Rabu, 23 September 2015

Persiapan Menuju Semarang

Persiapan menuju Semarang.- Rabu (16/9-2015) , rencana awal untuk berangkat pagi ke Bandung gagal. Beberapa kerjaan harus terselesaikan. Pukul 09:35 WIB dari kosan menuju travel Baraya yang ada di Melawai. Saat tiba di sana, ternyata pemberangkatan selanjutnya pukul 11.00 WIB. Melipir dulu ke belakang, maksudnya cari travel lain yang kebetulan dulunya bersebelahan dengan Baraya kini pindah tempat masih satu wilayah cuma posisi sekarang berada di belakang. Dan ternyata pemberangkatan pukul 1 siang.

Hari ini judulnya Olah Raga dari travel ke travel. Akhirnya saya putuskan untuk ikut pemberangkatan pukul 11 siang. Terlihat hanya beberapa orang di sana. Lumayan menunggu satu jam akan membuat saya bosan, terlihat tontonan sebuah Tv swasta menayangkan FTV yang biasanya sudah berulang-ulang diputar. Ambil ransel pindah duduk dipojokan. Kebetulan di depan saya duduk menyamping seorang bapak, saat ditanya ternyata mau pulangke rumahnya didaerah Arcamanik.
Setidaknya ada teman bincang-bincang, bapak ini telah lama bekerja di Jakarta hampir 20 tahun kurang lebih. Menceritakan Jakarta tempo dulu, membicaran tentang listrik dan gas sampai sistem pendidikan yang ada di Indonesia.
Hahaha, lama-lama neeh perut ga bisa diajak kompromi juga, lapar broh!
Akkhirnya pamit sebentar dengan menitipkan ransel dikursi. Membeli tolak angin (*obat kalau susah tidur) dan rujak biar ngantuknya hilang. WOW! Harga sebungkus rujak pun kini IDR 15K, lebih mahal IDR 2K dari abang-abang rujak yang mangkal depan KFC Kemang.

Obrolan dilanjutkan sambil menunggu jam pemberangkatan. Teng, pukul 11 lewat, mobil travel belum saja berangkat, sebagian sudah ngomel-ngomel, termasuk saya juga sekedar untuk bertanya jam berapa kepastian pemberangkatannya. Pukul 11:30 baru mobil siap berangkat, ternyata salah dari perkiraan, bukan weekend tapi jalanan tetap saja macet. Begitu juga saat di jalan tol sebelum KM 57 mobil masih ramai lancar memenuhi area tol. Tertidur sebentar, kebangun gara-gara ibu-ibu yang disebelah kursi ngomel-ngomel karena kegerahan. AC saat itu tidak berfungsi dengan baik, disusul penumpang lain ikut kegerahan juga, males sih kalau saya ikut ngomel juga secara sudah cukup saat berangkat karena tidak tepat waktu. Dzuhur kami tiba di KM 57, sepotong roti dan sebotol minuman dingin bercaffein cukup mengganjal perut ini. Perjalanan pun lancar menuju Bandung.

Kurang lebih pukul empat sore akhirnya tiba di Kota Bandung, plong rasanya saat menghirup udara bebas. Untuk jalan-jalan terlebih dahulu di Bandung kini tidak memungkinkan, mengingat waktunya terlalu singkat dan harus menuju Stasiun Bandung. Setelah pamit ke orang tua, akhrinya perjalanan pun berlanjut.

Stasiun Cikudapateuh saat pagi (dok. pribadi)
Berada distasiun kecil dikawasan kosambi, Stasiun ini bernama "Cikudapateuh" lokasi cukup strategis karena dekat dengan pusat kota juga tepatnya berada di Jalan Ahmad Yani, Bandung.
Antrean para pembeli karcis terlihat sangat panjang, ternyata penjualan tiket KA yang sedang dibuka di loket menuju st. Cicalengka. Satu, dua orang dari penumpang dikenali, Teh Umi nanya, seorang karyawan BKN yang rumahnya satu kompleks wilayah Bandung bagian Timur.
"Mau kemana Fit?"
"Stasiun Bandung"
"Sudah ke Depan saja, keretanya juga mau masuk."

Gak mungkin kan menerobos antrian panjang para pembeli karcis, tapi semua juga sudah maklum karena yang antri para penumpang menuju Timur (Cicalengka) ,  sedangkan saya akan menuju Barat (Padalarang). Kakipun melangkah kedepan, terlihat seorang ibu berkerudung dibagian paling depan yang ternyata kenal juga (*ibunya Agung Pribadi Pemain Persib BDG).

"Neng, mau pulang?"
"Ngga bu, mau ke St. Bandung"
"Sudah duluan aja belinya, ga apa-apa"
Tiketpun bertukar dengan 2 lembar uang masing-masing IDR 2K. Alhamdulillah.

Naik kereta api sekarang memang lebih nyaman, semua merasa aman dari tangan-tangan jahil yang ada dan juga dari desakan-desakan penumpang lain. Sayang karcis kini dibatasi, Anda terlambat beberapa menit saja dalam membeli karcis, bisa-bisa menunggu distasiun untuk penjualan selanjutnya kurang lebih 1jam. Kereta akhirnya tiba menuju stasiun Bandung. Waktu kumpul di VIP Room pukul 19:00 WIB, masih ada waktu satu jam lagi. Kebetulan HP sudah lowbat juga saat itu, akhirnya dengan menumpang distasiun Bandung, Charger hp dulu.

VIP Room Stasiun Bandung tempat  kami kumpul  ada disebelah Utara, sedangkan saat itu saya berada di Selatan. Tiba sudah di ruangan itu sebelum pukul 19.00. Salah satu dari  Altour Travel Indonesia mempersilahkan saya menuju VIP Room yang sebelumnya mengisi daftar hadir saat berada di pintu masuk. Ada sebagian travel blogger di ruangan itu, bersih-bersih, sholat kemudian gabung dengan para traveller lain.

Acara #travelingbytrain pun resmi dibuka oleh Bapak Elly, Deputy Vice President (WakaDaop II Bandung).
Bapak Elly (foto kanan)

Sebelum menuju Semarang, kami diberikan pengarahan oleh pihak Altour Travel Indonesia. Dan dari sekian puluh  blogger yang hadir akhirnya kami dibagi 4 kelompok. Tepat pukul 21.30 kamipun harus bersiap menuju kereta wisata Priotity.

Bareng Trinity ^_^
Lupakan wajah yang penuh minyak.
I am #travelingbytrain, lets go!!