Jumat, 09 Januari 2015

Ring Master dan Cofee

Ring Master dan Coffe.- Setiap perjalanan kemanapun tak bisa deh kalau harus jauh-jauh dari yang namanya kopi. Aromanya itu yang selain menggoda ternyata mampu merilekskan urat-urat syaraf yang ada didalam tubuh ini (baca versi aku). Saat jalan-jalan ke salah satu Mall yang berada di seputaran Jakarta Selatan, setelah membeli keperluan barang yang dibutuhkan untuk pulang terburu-buru rasanya ga ada yang menunggu juga di kosan, akhirya sekedar ngobrol santai bareng teman-teman ga ada salahnyakan. 
Sebagai anak perantauan yang jauh dari orang tua sesekali makan enak dan jajan okelah merogoh kocek bulanan yang ada. Tapi kalau sudah belanja ini dan itu, dan sisa isi dompet ga sebanyak saat awal bulan, akhirnya pilihan jatuh ke sebuah tempat yang bertuliskan Ring Master. Cukup bersahabat buat kantong anak kosan.

Gerai Ring Master ini ternyata tidak hanya menyajikan beragam macam donut ada roti juga loh dengan berbagai rasa. Donut, kopi dan minuman dingin lainnya tinggal kita memilihnya sesuai dengan selera.

Lumayan luaslah tempatnya ini, sayangnya smoking area. Tidak usah nunggu waktu terlalu lama, mata langsung tertuju pada sebuah donut, Tiramisuuuuu dan kopi. 
Duh sudah ga sabar lagi neeh untuk mencicipinya, eh apa emang sudah lapar. Rasanya cukup lumayan gak kalah lah sama-sama brand lainnya. Sambil bercengkrama bersama kawan, hidangan yang tersaji menjadi pelengkap saat itu. 

Makan satu donut ga cukup kayanya, akhirnya satu roti pun menjadi santapan selanjutnya, untuk pilihan rasa keju yang dipilih saat itu. Cukup menggoda rasa-rasa yang lainnya juga. Hari pun menjelang malam daripada penasaran dengan rasa yang lainnya akhirnya donut dan roti pun dipesan lagi untuk dibawa pulang. [] FR




******* 


Ring Master 
Blok M Plaza
Telp 021 7209435 

Senin, 05 Januari 2015

Saat Semua Guyub di Imah Gede Kasepuhan Sinar Resmi

http://rayafr.blogspot.com
Imah Gede Kasepuhan Sinar Resmi Cisolok, Sukabumi

http://rayafr.blogspot.com

Saat semua guyub di Imah Gede kasepuhan Sinar Resmi.- Di tempat inilah kami rombongan Care Visit Agriculture DD diterima oleh Abah Asep Nugraha (pupuhu Adat kasepuhan Sinar Resmi) dan Ambu. Selain menikmati suguhan yang ada, kamipun mendengar penjelasan-penjelasan yang abah Asep terangkan sekilas tentang Kasepuhan Sinar Resmi.

Imah Gede, bangunan berbentuk panggung perpaduan bambu dan kayu dan dindingnya terbuat dari bilik (anyaman bambu)  dan terlihat atapnya beralaskan ijuk mempunyai ciri khas tersendiri dengan bangunannya yang lebih  luas dari bangunan-bangunan rumah yang ada di sekitar kasepuhan Sinar Resmi. Imah Gede ini ternyata mempunyai 73 suhunan

Di Imah Gede inilah, dimana kami diingatkan lagi oleh Abah Asep tentang rasa syukur dan "ngaji rasa pada alam" .

" Semua adalah makhlukNya, ketika alam dijadikan bagian dalam hidup maka kita akan selalu bersinergi dan menyatu dengan alam itu sendiri" ungkap Abah saat  itu.

http://rayafr.blogspot.com

Setiap makhluk adalah sama, semoga semua makhluk berbahagia. Kasepuhan Sinar Resmi yang masih menjunjung tinggi adat istiadat dan warisan leluhur dalam hal penanaman padi maupun saat panen tiba, selalu dilakukan upacara untuk menghormati Dewi Sri (Dewi Padi). Dalam penjelasannya makhluk-makhluk yang mengganggu padi-padi di sawah (baca ; binatang) tak satupun yang keluar dari abah untuk menyebutkan kata "tikus" misalnya. Betapa setiap perkataan yang terucap dan keluar benar-benar terjaga. Seolah semua yang ada baik yang dianggap sebagai hama, tidak langsung dimusnakan tapi ada bagian bagi mereka yang diberikan jatah (makanan)  asal jangan mengganggu saatnya panen tiba.

Padi yang diperlakukan secara organik ini, dalam hal untuk memanennya saja hanya dilakukan setahun sekali. Layaknya seorang ibu, masa kita memaksakan harus melahirkan dalam setahun dua kali, ungkap abah dalam penjelasannya.

 "Kalau diibaratkan Langit Adalah Ayah dan Ibu adalah Tanah, apakah tega meminta untuk melahirkan dalam setahun dua kali?" ucap abah Asep.


Abahpun bercerita, di kasepuhan Sinar Resmi ini telah banyak orang-orang dari mancanegara yang datang, bukan hanya sebagai pelancong saja tapi mereka ingin meneliti beras yang ada di kasepuhan Sinar Resmi. Beras-beras yang ada mau dijadikan bahan eksperimen buat mereka, berapapun dana yang diminta oleh abah akan mereka berikan. Beruntungnya abah tidak setuju dan menggagalkan upaya-upaya mereka, bagaimana jadinya "kekayaan" alam yang menjadi makanan pokok bangsa ini nantinya akan hilang identitas keasliannya bila hal itu sampai terjadi.

Abah pun tak segan-segan untuk turun ke sawah  tidak cukup dari ladang, maka harus turun juga ke sawah. Varietas padi di Kasepuhan Sinar Resmi yang dulunya ada 120 jenis kini tinggal 60 jenis varietasnya. Saat panen tiba, berapa pocong (satu ikat padi/gabah) yang dihasilkan pasti selalu dikeluaran untuk zakatnya. Biasanya Padi yang dihasilkan tidak untuk dijual tapi untuk persediaan pangan di Kasepuhaan Sinar Resmi. Menjualnya berarti sama saja dengan menjual kehidupan. Abah Asep juga membahas sedikit tentang sedulur papat kelima pancer yang dalam penafsirannya setiap orang selalu berbeda-beda. Tidak hanya itu saja abah Asep juga menyinggung tentang Sera, Nagara dan Mokaha (tradisi) semuanya harus diisi dan berjalan beriringan. Betapa pentingnya kearifan lokal dan tradisi leluhur dijaga demi menjaga kehidupan yang senantiasa selaras dengan alam.

Saat semua guyub di Imah Gede Kasepuhan  Sinar Resmi. inilah suasana saat kita berada di sana.

http;//rayafr.blogspot.com

http://rayafr.blogspot.com

http://rayafr.blogspot.com

http://rayafr.blogspot.com

Tak terasa jam yang ada diruangan sudah menunjukan pukul 5 sore , saatnya kami semua untuk berisitirahat sejenak melepas lelah dan bersih-bersih diri. Rombongan peserta putri telah disediakan untuk menempati homestay dengan menempati rumah warga yang lokasi berdekatan dengan Imah Gede.[]FR


**********

#CatatanSukabumi
Part 1 ===> http://goo.gl/vgfegz
Part 2 ===> http://goo.gl/mR5ZRv
Part 3 ===> http://goo.gl/4BqLRP
Part 4 ===> http://goo.gl/Mxdn2A
Part 5 ===> http://goo.gl/CvGdZM
Part 6 ===> http://goo.gl/EWfCFE
Part 7 ===> http://goo.gl/4sls5N


Care Visit Agriculture : Malam Kesenian di Kasepuhan Sinar Resmi

Care visit agriculture : Malam kesenian di Kasepuhan Sinar Resmi.- Sudah lama sekali tidak melihat kesenian daerah yang dipertontonkan secara langsung atau karena kurang update dengan acara-acara yang ada di lingkungan sekitar ataupun di luar sana. Biasanya melihat budaya sunda atau kesenian Sunda  hanya lewat stasiun-stasiun Televisi dan itupun sangat jarang, ya terkecuali Stasiun TV lokal daerah Jawa Barat, sesekali masih terlihat.

Perputaran waktu yang telah menggerus dari masa ke masa, akankah menggerus juga kebudayaan dan sejarah yang ada? Cuma satu jawaban yang pasti , kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikan semuanya. Jangan sampai suatu waktu dimana kita ingin menikmati sepenggal kenangan sejarah baik itu berupa budaya atau apapun kita tidak bisa melihatnya lagi apalagi menikmatinya. Miris bukan!

Di Kota-kota besar biasanya masih terlihat gedung untuk mementaskan kesenian, sebut saja di Bandung antara lain  Gedung Kesenian Rumetang Siang, Padepokan Seni di jalan Peta dan lain-lain. Saat masih duduk di Sekolah Dasar biasanya sering dan hampir seminggu sekali melihat pentas seni di Gedung Rumentang Siang ini, dimana lakon-lakon yang diperankan biasanya masih seputar cerita legenda-legenda. Sesekali terkadang menyelinap ke belakang panggung, ingin tahu seperti apa di sana dan apa yang dilakukan sebelum pentas, ternyata selain menggunakan kostum sesuai lakon, ada juga yang terlihat masih berlatih tentang dialog-dialognya. Sayang saat itu belum mengenal tentang foto, tapi kenangan semuanya akan selalu diingat. Grup Sandiwara Sunda bisanya yang terlihat di sana Sri Murni dan Dewi Murni, tidak hanya menyuguhkan sandiwara sunda saja tapi tari-tarian tradisional sebagai acara pembukanya.

Care Visit Agriculture : malam kesenian di Kasepuhan Sinar Resmi, seolah membuka kenangan-kenangan saat kecil. Saat Malam tiba di Kasepuhan Sinar Resmi, kami rombongan Care Visit Agriculture Dompet Dhuafa disuguhi sajian kesenian sunda Dogdog lojor. Kesenian Dogdog Lojor ini biasanya dibawakan saat acara Seren Taun atau saat ngese, mipit dan nyambut. Dogdog Lojor biasanya dilakukan setahun sekali saat upacara Seren Taun ( untuk mengucap rasa syukur saat panen padi). Dogdog Lojor yang berasal dari dua suku kata ini mempunyai arti tersendiri. Dodgod adalah alat musik tabuh ini terbuat dari batang kayu berongga yang ujungnya mengecil dan ditutup dengan kulit kambing yang telah dikeringkan kemudian diikat/dipasek oleh tali untuk mengencangkan kulitnya. Lojor (bahasa Sunda dialek Banten) yang mempunyai arti panjang.

Kesenian Dogdog Lojor ini mungkin dulu bisa dianggap sakral karena hanya dilakukan dalam setahun sekali. Sekarang kesenian Dogdog Lojor ini bisa dinikmati sebagai hiburan dan kapan saja bisa dipertontonan, seperti saat malam kami semua menikmatinya di sini.
Kesenian khas Cisolok Sukabumi ini yang malam itu beberapa lagu berhasil didendangkan diantaranya ; Nyisiri Nyipohaci, Jarilae, Mayang Bekah. Tak hanya Dogdog Lojor saja yang disuguhkan dipanggung yang langsung berhadap-hadapan dengan Imah Gede, tampil juga beberapa orang yang membawakan kesenian Jaipongan yang lagunya langsung dibawakan oleh para sinden. Kesenian yang disuguhkan malam itu selain dinikmati oleh kami, beberapa orang masyarakat turut serta berbaur menikmati malam kesenian di kasepuhan Sinar Resmi ini.


http://rayafr.blogspot.com


http://rayafr.blogspot.com

Malam yang dingin, dan waktupun terus berjalan. kesenian-kesenian yang disajikan semakin menarik, sampai-sampai beberapa kawan ada yang "nyawer" ( membagi-bagikan uang di atas panggung) tak lupa juga Ambu turut serta naik ke atas panggung ikutan nyawer. Hidangan jagung bakar pun menjadi pelengkap malam itu.

http://rayafr.blogspot.com

http://rayafr.blogspot.com

Care Visit Agriculture, malam kesenian di kasepuhan Sinar Resmi dari Dogdog lojor yang ditampilkan setidaknya bisa banyak belajar bagaimana rasa berterima kasih ini diberikan baik kepada alam maupun semua yang ada, atas "rasa" dan "cipta" yang telah diberikan dalam hidup ini.[]FR