Rabu, 26 Maret 2014

Teater Tanah Airku Ikut Meriahkan Acara Anti Narkoba

Saat Dialog Interaktif

Jakarta, Selasa kemarin tanggal 25 Maret 2014 gedung Smesco dari mulai lapangan parkir sudah terlihat orang berbondong-bondong menggunakan kaos yang seragam berwarna biru telor asin. Terlihat siswa-siswa tingkat SLTP dan SLTA dari berbagai sekolah di Jakarta telah mengahadiri acara yang akan berlangsung hari itu.
Gedung Smesco yang terletak di jalan Gatot Subroto, Pancoran Jakarta selatan ini setelah masuk menuju lantai 2 beberapa orang bahkan ratusan telah hadir diruangan Convension Hall. Beberapa teman dari Blogger reporter Indonesia pun terlihat di sana. Suara riuh dan ramai sebelum acara dimulai dari lantai 1 dan lantai 2 seolah  ikut menanti acara yang akan segera dimulai.
Spanduk-spanduk pun bertebaran yang bertujuan untuk mengajak siapa pun yang hadir di acara ini untuk menghindari bahaya dari “NARKOBA” itu sendiri.
Salah satu tulisan dari spanduk tersebut  “Raih Masa Depanmu Gemilang Tanpa Narkoba”.

Pukul 09:00 WIB  acara belum juga dimulai. Setelah beberapa undangan telah memenuhi kursi yang ada akhirnya acarapun dimulai, pembukaan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan dilanjutkan dengan sambutan perwakilan dari Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB).
Pesan yang disampaikan dalam sambutannya, bahwa generasi muda adalah kelompok yang menentukan penerus Bangsa, oleh karena itu generasi muda harus menjadi kuat dalam membentengi diri dari pengaruh-pengaruh negatif, khususnya Narkoba.
“Untuk para pelajar dan mahasiswa, selamatkan masa depan bangsa, kalian semua masa depan bangsa.”
“NARKOBA, NO! “
“PRESTASI, YES!”
Itulah kata penutup yang diakhiri dengan yel-yel yang diikuti oleh undangan yang hadir.
Gedung Convention Hall penuh oleh undangan begitu pula di sekeliling balkon.

Hadir dalam acara tersebut bukan hanya dari anak-anak sekolah, terlihat para pejabat ikut hadir di kursi deretan utama antara lain, Ibu Linda Sari Gumelar (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Bapak Komisaris Jenderal Polisi DR. Anang Iskandar (Kepala BNN), Bapak Basuki Yusuf Iskandar (Kepala Badan Peneliti SDM Kementrian kominfo), dan para anggota Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) juga telihat Ibu Dewi Motik Pramono ikut hadi di sini.

Bapak Anang Iskandar selaku ketua BNN tak lupa memberikan sambutannya.
Kita selaku masyarakat umumnya dan keluarga khususnya setidaknya harus mengetahui pemahaman tentang penyalahgunaan dari narkoba itu sendiri. Dengan banyaknya pelajar atau pun mahasiswa yang menggunakan narkoba dari awalnya sekedar coba-coba hal ini tentu saja sangat beresiko terhadap hidup mereka, gangguan mental, putus sekolah dan semua pun akan berakhir dengan kegagalan dalam menyelesaikan akhir sekolah.
Narkoba bukan hanya menjadi tanggungan diri sendiri tapi juga berpengaruh ke orang lain, bangsa dan negara. Cegahlah diri sendiri dan keluarga kita dari jeratan narkoba. Kalau sudah terlanjur dalam menggunakan barang-barang ilegal ini hanya satu kalimat yang dilontarkan oleh Bapak Anang Iskandar “Selamatkan diri sendiri dulu sebelum menyelamatkan orang lain.”
Dalam salah satu sambutannya pun Pak Anang mengatakan “ Pengguna narkoba harus diselamatkan karena sesungguhnya mereka mengidap penyakit.”
Para pengguna narkoba sendiri tentu saja selalu menjadi permasalahan kompleks bila dilihat dari sisi Hukum yang perlu ditangani secara seimbang.
Lagi-lagi dengan cara rehabilitasi menjadi pilihan utama untuk orang yang terlanjur menjadi pengguna.
“Menyelamatankan pengguna narkoba adalah semangat membangun masyarakat kembali” ucap Bapak Anang Iskandar.

Sambutan-sambutanpun telah selesai acara dilanjutkan kembali dengan dialog interaktif yang diliput oleh Televisi Republik Indonesia (TVRI). Sebagai moderator dalam acara dialog interaktif  saat itu adalah Anya Dwinov dan menghadirkan 3 nara sumber yaitu ; Ibu Linda Sari Agum Gumelar, Bapak Komjen Pol Anang Iskandar dan Bapak Basuki Yusuf Iskandar.

Dengan adanya data pengguna narkoba lebih dari 4 juta jiwa, maka Tahun 2014 dijadikan sebagai tahun penyelamatan pengguna narkoba. Undang-undangnya sendiri telah dikeluarkan dari Tahun 1976, tahun 1997 dan tahun 2009 mengenai pemulihan bagi pengguna sendiri. Pada kenyataannya dari Tahun 1976 sampai Tahun 2009 tidak pernah diputuskan rehabilitasi. Ketua BNN Bapak Anang Iskandar dalam dialognya, BNN sendiri ingin mendorong kepada penegak hukum, mengenai kasus para pengguna narkoba hasil akhir putusan bermuara di Rehabilitasi. Ini bisa dilihat dari trend dunia saat ini dimana pengguna narkoba ini tidak masuk penjara melainkan di rehabilitasi.
Mereka para pemakai narkoba harus  melakukan pemulihan dengan cara direhabilitasi.

Ibu Linda sendiri menilai setelah melihat kasus-kasus yang ada kebanyakan pengguna narkoba dimulai dari usia sekolah. Ini bisa menyebakan apabila tidak ada penanganan cepat akan menginjak ke masa-masa selanjutnya dalam hidup pengguna tersebut.
Tentu saja kunci utama adalah tetap keluarga, disini keluarga menjadi peranan penting dalam komunikasi antara satu dengan yang lainnya.
Saat sudah ada pengaruh yang kuat dari keluarga, setidaknya anak bisa terbentengi untuk menghadapi masalah narkoba ini.
Kita bisa melihat betapa banyak perempuan Indonesia yang dimanfaatkan jadi kurir narkoba. Sebagai menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Linda Gumelar mengatakan betapa pentingnya upaya pemberdayaan perempuan, agar pengetahuan bertambah dan berwawasan luas.
Mereka para wanita yang dimanfaatkan menjadi kurir narkoba, karena ketidaktahuannya atau mereka ingin mendapatkan sesuatu secara instant. Di sini kaum perempuanpun disinggung untuk bersikap lebih tidak konsumtif.
Diaog Interaktif pun semakin menghangat saat dari para hadirin diperkenankan untuk mengajukan pertanyaan secara langsung.
Ibu Linda memberikan tips agar terhindar dari pengaruh lingkungan yang buruk dengan cara pendekatan keluarga, ikut organisasi kemasyarakatan dan organisasi-organisasi yang bisa membetengi kita dari pengaruh buruk narkoba.

Bapak Yusuf Basuki Iskandar dari Kemeninfo, dengan makin majunya tekhnologi dan mudahnya mengakses internet dalam kehidupan sehari-hari kita berhadapan dengan dua dunia; dunia konvensional dan dunia maya (internet).
Kemungkinan-kemungkinan bisa terjadi para pengedar narkoba menjerat mangsanya lewat dunia maya, selain aksesnya mudah dan murah, bisa jadi mereka bisa menghilangkan identitas dirinya.
Dalam hal ini pun BNN telah bekerja sama dengan Kemeninfo dalam masalah internet dan sosial kontrol. Dialogpun berakhir, akhir dari semua acara yang merupakan puncak dari kegiatan semua, terakhir mempersembahkan Teater Tanah Airku dengan menampilkan drama musikal yang bertemakan Anti penyalahgunaan narkoba.

Mari kita dukung terus BNN dan Indonesia bergegas dalam memberantas narkoba ini.
Jadikan Tahun 2015 Indonesia bebas narkoba. []FR

Salam Damai Tanpa Narkoba!