Minggu, 02 Maret 2014

Sawarna

Nama desa Sawarna yang tidak asing lagi ditelingaku, karena beberapa sahabat pernah datang ke sana. Sawarna yang disebut juga sebagai Intan yang tak terasah apabila dirawat secara berkesinambungan Intan baru itu akan terlihat kemilaunya.


 Letak Sawarna ditinjau dari sisi geografis ada di bagian barat Pelabuhan Ratu.
Jalur yang kami lalui adalah Bogor-Cibadak-Sukabumi-Pelabuhan Ratu-Karang Hawu-Sawarna. Perjalanan ini seru banget yang masing-masing berasal dari beda-beda daerah antara lain dari Bandung, Jakarta, Bekasi, Tangerang, Indramayu, Yogya.

Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh akhirnya sampai juga di Sawarna. Senyuman menghiasi disetiap wajah padahal matahari saat itu menyapa dengan hangatnya.


Selamat Datang Dikawasan Wisata Ramah Lingkungan Desa Sawarna

Inilah Jembatan gantung salah satu akses ke Desa Sawarna yang sebagian papan-papannya ada yang kosong. Apakah pengurus desa tidak pernah memperhatikan, entahlah?
Pemandangan yang akan Anda saksikan sebelum menuju homestay di desa Sawarna bila berkunjung ke sini.



Menuju homestay

Sebenarnya ada lagi beberapa foto yang akan ditampilkan hanya saja pas upload terus mengalami error. Melewati rumah penduduk, melewati sawah-sawah, perkebunan, akhirnya kita semua sampai juga di Homestay yang sebelumnya telah di booking terlebih dahulu. Kesepakatan pertama semua tidak mau terpisahkan, tapi pas di lapangan kenyataannya lain. Maaf nama tempat dan nama orang tidak disebutkan di sini. Selain kami tempatnya terpisahkan di tempat yang di maksud juga bersatu dengan orang lain bahkan ada wisatawan asing yang mengisi tempat tersebut.
Akhirnya tanpa di beri komando sebagian teman mengambil inisiatif sendiri mencari tempat yang lain, di mana kami semua bisa berkumpul seperti satu keluarga tidak ada yang terpisahkan.
Perwakilan dari kami bicara secara baik-baik dengan ibu pemilik homestay sebelumnya, tapi maksud baik kami sepertinya tidak diterima dengan baik, ya sudah toh kita juga merasa kecewa dengan apa-apa yang telah di janjikan sebelumnya.
Akhirnya kami pun berkumpul dalam satu homestay yang saat itu juga baru bernegosiasi masalah harga. kesepakatan diperoleh, kamar yang disedikaan ada 5 buah. 3 di lantai atas, dan 2 di bawah. Wah, betapa senangnya kami semua. Aku sendiri menempati kamar di atas, dengan fasilitas TV, kipas angin dan kamar mandi.



Semua membereskan tas bawaannya masing-masing. Sambil menikmati pemandangan yang ada di sekeliling.

bersambung….