Sabtu, 18 April 2020

Berani Jujur Jalani Hidup Apa Adanya dan tanpa syarat ketentuan



Berani jujur jalani hidup apa adanya dan tanpa syarat ketentuan .- Gue dulu tidak pernah berpikir sedikitpun untuk bekerja di Jakarta atau merantau kemanapun. Lulus sekolah ijazah belum ditangan sudah memberanikan diri ngelamar pekerjaan bukan sakit hati dengan keadaan, tapi biarlah kakak mengalah demi adik-adiknya. Alhasil keterimalah di sebuah PT di Bandung. Waktu itu belum hijrah menggunakan kerudung, saat tes sama hrd yang notabene nonpribumi langsung aja diterima secara mungkin mata gue *baca sipit jadi kek samaan sama mereka. Emang sebuah keberuntungan. Jujur bekerja sesuai dengan hati tapi jujur juga saat libur kerja aku tidak pernah mau masuk lembur. Biarlah tubuh ini rehat sehari dalam seminggu. Sebenarnya ga munafik butuh duit tapi kesehatan dan kumpul bareng keluarga itu jauh lebih penting. Bekerja untuk pertama kalinya di sini lantas tak membuatku bertahan padahal orang-orangnya cukup baik, mulai dari teman-teman sampai atasan juga pada baik semuanya. Entah apa sebabnya waktu itu, tiba-tiba keinginan resign dari kerjaan langsung aja terbesit. Usai buka bersama saat itu dengan berat hati langsung aja bibir ini terucap pada atasan.
"Pak, saya udah lebaran ga akan kerja lagi"
"Kenapa mau resign?"
"Ga apa-apa ingin istirahat aja dulu."
Akhirnya sekalian pamitan pada semua teman-teman yang ada.
Sebenarnya saat itu karena sering meriksa warna-warna pada sample-sample produk pernah terjadu suatu ketika entah apa sebabnya tiba-tiba mata gue seperti berselaput. Kaya ada lapisan tipis yang halangi pandangan. Hampir seminggu gue seperti itu, jarak teman ngobrol kurang dari 1 meter tak tampak jelas hanya terlihat sosoknya saja. Jujur gue ga bilang sama siapapun, ga pergi ke dokter juga dan ini berlangsung hanya 1 minggu. Jalani hidup apa adanya sesuai kata hati dan feeling aja saat itu. Seminggu lewat tanpa apa-apa tapi kegiatan masih berjalan normal alhamdulillah mataku kembali normal. Tinggal di rumah membantu ibu dan lain-lain lama-lama bosan juga ingin kembali bekerja. Akhirnya ada panggilan lagi saat itu makin jauh tempat kerjanya, setiap pagi harus naik bis damri menuju daerah Jalan Sudirman Bandung. Teman-teman baru baik semua begitu juga atasannya. Entahlah kenapa tiba-tiba saat gajian pertama uang gajiku ditambahin sama HRD, entah kasian karena lihat anak baru gajinya kurang gede atau etah sebab lain. Menolak tambahan gaji tapi tetap aja minta diterima sampai akhirnya ya sudah gue terima dengan senang hati, ga baik menolak rezeki.
Cukup seminggu saja bekerka di sini karena panggilan baru mulai menanti. Seperti biasa pamitan pada semua orang ya namanya juga manusia takutnya ada salah-salah kata. Tempat barupun menanti bekerja di salah satu perusahaan TV milik pemerintah, cuma buat ngedata-data doang. Entahlah yang ini lupa lagi karena kerjaan gue nyambi juga di tempat lain . Ya habis mau gimana lagi minta resign ga dibolehkan bebas aja buat laporan yang penting  selesai rekapan tiap  hari, mau datang jam berapa juga terserah. Akhirnya gue harus memutuskan salah satu kerjaan neeh. Lama-lama pusing juga neeh otak dan bikin ga fokus. Pilihan jatuh pada perusahaan yang bermitra dengan BUMN-BUMN yang ada dikota Bandung. Cukup lama bekerja di sini hampir menginjak 5 tahun lebih. Di perusahaan saat bekerja sudah kaya kerja di sodara sendiri ngantor ga ngantor yang penting buat laporan dan kewajiban-kewajiban diselesaian. Hubungan baik pun terjaga sampai sekarang. Sampai pada akhirnya gue mencoba peruntungan untuk merantau ke Jakarta.
Maaf gue bukan anak mamih yang selalu diantar ke sana ke mari. Rezekipun datang akhirnya keterima juga bekerja di salah satu PT di kawasan Kemang Jakarta Selatan. Tuhan selalu memudahkan jalanNya. Ga smua orang yang akan bekerja di Jakarta bisa di acc sama orangtuanya. Tanpa modus dan tanpa tipu-tipu semua diceritakan apa adanya tentang pekerjaan yang ada di Jakarta.
Tanpa tendeng aling-aling dan tanpa kepura-puraan pergi ke Jakarta hanya membawa sebuah ransel yang diisi beberapa pakaian saja. Merepotkan orang tua? Kagak, cukup menggunakan travel sesuai petunjuk untuk pergi ke tujuan dan hari itupun dapat kosan langsung karena sudah dapat info dari teman. Kosan khusus putri biar lebih leluasa tanpa rasa canggung. Alhamdulillah kosan pun dekat dari kantor jadi kaga usah nyambung-nyambung naek kendaraan lagi, cukup jalan kaki saja biar sehat. Oh iya btw tentang kebutuhan di tempat kos sebenarnya semua sudah tersedia, kompor dan gas buat masak pun ada begitu juga piring-piringnya. Saat itu gue cukup membeli mangkok, sendok garpu masing-masing cuma 1 pcs.
Jangan ditanya saat di Jakartapun namanya juga orang Bandung pulang ya tetep seminggu sekali, ga bisa deh untuk lama-lama ga pulang. Sampai akhirnya menemukan rumah kedua gue, terima kasih banyak untuk Ani Berta  yang mengangajarkan gue untuk  ngeblog. Hari demi hari terus berjalan kalau ada event-event selama weekend di Jakarta pulang ke Bandung jadi jarang.
Untuk mengobati kangen dengan orang tua sebelum pulang cukup by phone begitu pula dengam saudara-saudara.
Namanya hidup di Kemang makin malam bukan makin sepi malah sebaliknya tak ada matinya neeh. Mulai dari abg sampai yanh dewasa sebut saja tua muda sungguh menikmati malam kehidupan Kemang, Jakarta Selatan.




Makin ke sini tekhnologi semakin canggih, bisa kita amati  di era social media makin marak "pencitraan palsu" kita justru diingatkan untuk berani menjalani hidup apa adanya, fokus berkarya dan tunjukin diri tanpa tipu-tipu ekspresikan diri tanpa kepura-puraan #tanpastyaratketentuan seperti contoh video @IM3Ooredoo


Hidup di Jakarta emang enaknya apa adanya, untungnya ngantor tanpa harus pakai seragam, gue jadi diri sendiri dengan tampil apa adanya. Alhamdulillah jadi banyak teman selain teman-teman sekantor. Silaturahim makin banyak biar bikin kita panjang umur, aamiin.

Untuk komunikasi dari jaman jebot sampai sekarang masih setia dengan IM3Ooredoo. Salut juga dengan inovasi mereka untuk selalu relevan sama konsumennya. Salah satunya dengan meluncurkan paket Freedom Internet  yang simple dan transparan.
Berani jujur jalani hidup apa adanya dan tanpa syarat ketentuan mulai dari sekarang.[]FR

3 komentar:

  1. Seru juga nih pengalaman pindah - pindah kerjanya, Teh. Termasuk beruntung selalu dapat tempat baru yang nyaman. Oh ya, sudah sempat periksa ke dokter mata, Teh?

    BalasHapus
  2. aku termasuk yang apa-apa berjuang sendiri tanpa orangtua, termasuk saat mendaftar sekolah, mendaftar kuliah dan melamar pekerjaan tapi hasilnya aku rasakan hingga sekarang yaitu jadi orang yang mandiri dan jalani hidup apa adanya, ditambah lagi layanan IM3 Ooredoo yang bikin semua leih mudah diakses

    BalasHapus
  3. Pengalaman pindah-pindah kerja juga sebenarnya menempa kita untuk bisa jadi pribadi yang tangguh dan bisa survive di manapun. Semoga masalah matanya cuma waktu itu saja ya mbak. Insya Allah gak ada masalah lagi di kemudian harinya. Sehat-sehat selalu mbak.

    BalasHapus