Selasa, 04 Maret 2014

Dua Sahabat



Malam itu pesta selesai, semuanya telah berlalu. Sani dan Bintang, berjalan bersamaan. Jalanan Kota Bandung sangat sepi saat itu, udara dingin masih saja menyelinap masuk disela-sela jaket yang sudah kami kenakan. Waktu terus berjalan, Bintang pun memutuskan untuk menginap di rumah Sani. Tempat pesta dan rumah Bintang cukup jauh, kalau ditempuh menghabiskan kira-kira 3 jam perjalanan.

Orang tua kedua belah pihak sudah saling mengetahui, jadi persahabatan mereka lebih kearah kekeluargaan dan sudah menganggap satu sama lain seperti saudara. kami berdua menyempatkan diri untuk mampir sebentar ke warung tenda, dimana roti panggang dan pisang keju yang tersedia di sana cukup banyak dinikmati. Antrian pun silih berganti, semua saling bergantian antara pendatang dan orang-orang yang baru selesai menikmati hidangan di sana. Bukan masalah isi perut saat berada di sini, kami ingin mengingat masa-masa dulu, saat masih nonton konser tempat ini yang dijadikan Bintang dan teman-teman untuk berkumpul. Lelehan susu diatas tumpukan keju yang tebal disajikan bersama pisang yang tersaji utuh dipiring. Memainkan garpu dan pisau, satu persatu makanan itu sampai juga dimulut. Setelah Percakapan dirasa cukup, bahkan makanan yang tersaji di piring masih tersisa, kami memutuskan untuk langsung menuju rumah Sani.

Mobilpun melaju dengan lancar, sesampainya di rumah, semua penghuni telah tertidur lelap, pintu pagar dibuka perlahan, dan saat masuk ruangan tamu dalam keadaan gelap. Dengan perlahan-lahan berjalan, akhirnya kami menuju ruangan di lantai dua. Bintang pun tidur terpisah di kamar yang telah di sediakan. Beres-beres sebentar, karena besok masih ada acara lagi jadi semuanya dipersiapkan dengan baik isi dalam tas. Selesai bersih-bersih badan, tiba-tiba kamar di ketuk.
kagetnya minta ampun, saat itu Sani tiba-tiba merangkul badan aku dan hampir terjatuh.

“Maafkan aku, ada yang mau diceritakan sama kamu.” Sani berkata masih dalam isak tangisnya.

“Hei, kenapa ini, ada apa? kok tiba-tiba begini, tadi kita masih baik-baik saja.”

Mencoba menenangkan, saat tubuh Sani masih dalam dekapan tubuh sahabatnya.
Pelan-pelan berjalan, keduanya duduk menuju tempat tidur.
Setelah Sani duduk, Bintang pun bergegas menuju meja, dan diambilnya segelas air putih.

“Ini minum dulu!, tenangkan dulu …tariik nafas perlahan, baru kamu boleh cerita.” ucap Bintang sambil memberikan segelas minuman.

” Aku, mau buat pengakuan neeh ma kamu, hampir seminggu ini selalu pulang pagi dan menangis saatnya shubuh tiba.” ucap Sani.

“Trus masalahnya tuh apa? ”

“Tiap malam, sepulang ngantor…ke rumah hanya sebagai tempat transit aja, aku ga betah berada di rumah ini, dan langsung pergi ke tempat-tempat hiburan.”

Sontak aja Bintang kaget, soalnya belum pernah sahabatnya seperti ini tapi masih saja berusaha untuk bijaksana dalam bersikap.

“Aakuu…sudah berapa uang yang aku habiskan tiap malam, hanya untuk makanan dan minum-minum di sana dan aku sudah tak pedulikan semua.”

Bintang memahami, kenapa sahabatnya jadi seperti ini. kalau dipikir, dalam hidup Sani tak ada kekurangan apapun, materi berlimpah, kakak-kakanya pun hidup sukses dan maju. Yang paling disayangkan cuma satu, antar saudara seperti orang lain, mereka tak saling peduli satu sama lain. Ayah dan ibunya juga yang terlalu sibuk ngurusin pekerjaan, apalagi kalau bukan demi karier.
Beruntung hidup Bintang walau dikata sederhana, keluarga satu sama lain bersatu dan saling menyayangi.

“Aku sadar, bila saat shubuh tiba, aku pun menangis menghadapNya, tapi itu cuma sesaat … besoknya masih tetap pergi ke cafe-cefe.” kata Sani.

“Trus, kamu tuh dapat apa…tetep aja kan suasana di rumah tak berubah.” Bintag berkata.

Suasana pun larut dalam kesedihan, apa yang dialami Sani bisa Bintang rasakan. Akhirnya Sani tertidur di kamar Bintang.
Adzan shubuh pun berkumandang, saat terlihat wajah Sani masih tertidur lelap. Sudah menjadi kebiasaan, saat berada di rumah orang, harus menjadi orang yang pertama ke kamar mandi dan siap-siap mandi saat diluar langit masih gelap.
Saat mau menjalankan kewajiban, menghadapNya, Sani sudah terbangun dan kami sholat berbarengan.
Rupanya cerita tidak berhenti sampai semalam, dengan posisi seperti bersimpuh, tangan Sani tepat berada di atas paha.

“Bin…Bintang, kamu jangan marah yah, ada satu yang disembunyikan lagi dari kamu.” ucap Sani menatap Bintang.

“Aku make sudah sebulan ini.”

” OMG! hanya satu kata yang terucap dari mulut Bintang, kaget tapi Bintang tetap tak bisa marah.

” Hanya ini untuk mengusir kesepian aku.” saat satu bungkus putih bubuk halus dikeluarkan oleh Sani.

Deg! dari awal sudah menduga ada yang tidak beres dalam diri sahabatnya ini, dan sekarang baru terungkap.
Sani mulai menggunakan psikotropika jenis Shabu-shabu. Dalam pengakuannya baru sebulan ini dia kecanduan.
Masih dalam bimbingan Bintang, Sani pelan-pelan dikasih nasehat dengan tidak langsung menyalahkan apa yang telah diperbuatnya.

Bintang pun merahasiakan semua ini dari keluarga Sani, bukan tanpa alasan. Bila semuanya tahu akan berdampak lebih buruk lagi terhadap Sani. Sebagai sahabat  Bintang tidak berhasil mencegah sahabatnya dari jeratan Narkoba itu semua terjadi diluar pengetahuannya. Sekarang yang dilakukan Bintang bagaimana caranya menyelematkan Sani sebagai pengguna Narkoba. Dengan sabar Bintang setiap waktu selalu berada untuknya, baik secara offlne dengan komunikasi dengannya atau langsung bertemu saat keduanya weekend tiba. 
Sahabat yang selalu ada untuk kawannya, Bintang masih tetap setia menemani Sani dalam masa-masa untuk melepaskan diri dari kebiasaan buruknya. Perlahan namun pasti, akhirnya Bintang berhasil membantu Sani dari kebiasaan buruknya tersebut. Sahabat selalu ada dalam keadaan suka maupun duka, bukan hanya dalam kesenangan belaka.

Akhirnya persahabatan mereka masih baik terjalin, walau pun kini mereka berada di dua pulau yang berbeda. Upaya pencegahan dan penyelamatan narkoba bisa kita lakukan kepada siapa saja, terutama orang terdekat, yaitu sahabat. Sejauh ini Sani masih beruntung tidak pernah berurusan dengan hukum. Sebagai Sahabat Bintang hanya mengingatkan Sani, bila belum bisa berhenti sebaiknya direhabilitasi daripada nanti apa lacur saat memakainya tertangkap aparatur negara dan harus mendekam di penjara. Sebenarnya pengguna narkoba lebih baik di rehabilitasi daripada di Penjara. Di Tahun 2014 ini mari sama-sama menjadikan Indonesia sebagai Tahun Penyelamatan Pengguna Narkoba, ucap Bintang.[]

Minggu, 02 Maret 2014

Sawarna

Nama desa Sawarna yang tidak asing lagi ditelingaku, karena beberapa sahabat pernah datang ke sana. Sawarna yang disebut juga sebagai Intan yang tak terasah apabila dirawat secara berkesinambungan Intan baru itu akan terlihat kemilaunya.


 Letak Sawarna ditinjau dari sisi geografis ada di bagian barat Pelabuhan Ratu.
Jalur yang kami lalui adalah Bogor-Cibadak-Sukabumi-Pelabuhan Ratu-Karang Hawu-Sawarna. Perjalanan ini seru banget yang masing-masing berasal dari beda-beda daerah antara lain dari Bandung, Jakarta, Bekasi, Tangerang, Indramayu, Yogya.

Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh akhirnya sampai juga di Sawarna. Senyuman menghiasi disetiap wajah padahal matahari saat itu menyapa dengan hangatnya.


Selamat Datang Dikawasan Wisata Ramah Lingkungan Desa Sawarna

Inilah Jembatan gantung salah satu akses ke Desa Sawarna yang sebagian papan-papannya ada yang kosong. Apakah pengurus desa tidak pernah memperhatikan, entahlah?
Pemandangan yang akan Anda saksikan sebelum menuju homestay di desa Sawarna bila berkunjung ke sini.



Menuju homestay

Sebenarnya ada lagi beberapa foto yang akan ditampilkan hanya saja pas upload terus mengalami error. Melewati rumah penduduk, melewati sawah-sawah, perkebunan, akhirnya kita semua sampai juga di Homestay yang sebelumnya telah di booking terlebih dahulu. Kesepakatan pertama semua tidak mau terpisahkan, tapi pas di lapangan kenyataannya lain. Maaf nama tempat dan nama orang tidak disebutkan di sini. Selain kami tempatnya terpisahkan di tempat yang di maksud juga bersatu dengan orang lain bahkan ada wisatawan asing yang mengisi tempat tersebut.
Akhirnya tanpa di beri komando sebagian teman mengambil inisiatif sendiri mencari tempat yang lain, di mana kami semua bisa berkumpul seperti satu keluarga tidak ada yang terpisahkan.
Perwakilan dari kami bicara secara baik-baik dengan ibu pemilik homestay sebelumnya, tapi maksud baik kami sepertinya tidak diterima dengan baik, ya sudah toh kita juga merasa kecewa dengan apa-apa yang telah di janjikan sebelumnya.
Akhirnya kami pun berkumpul dalam satu homestay yang saat itu juga baru bernegosiasi masalah harga. kesepakatan diperoleh, kamar yang disedikaan ada 5 buah. 3 di lantai atas, dan 2 di bawah. Wah, betapa senangnya kami semua. Aku sendiri menempati kamar di atas, dengan fasilitas TV, kipas angin dan kamar mandi.



Semua membereskan tas bawaannya masing-masing. Sambil menikmati pemandangan yang ada di sekeliling.

bersambung….


Rabu, 26 Februari 2014

Sawarna (Pelabuhan Ratu - Sawarna)

Angin semilir menerpa tubuhku, dan itu kurasakan diseluruh tubuh ini. Ya akupun tertidur sebentar dan terbangun setelah merasa tubuh ini kedinginan di mana pintu itu terbuka lebar semalaman. Sesaat mata ini mencari posisi enak siapa tahu bisa melanjutkan tidur lagi. Waktu saat itu menunjukan pukul 3.30 menjelang shubuh. Aku langsung menuju tempat dimana dipojokan hanya ada seorang diri, owh rupanya Tata yang ada di sana sendirian. Tanpa komando kaki pun melangkah dan berharap bisa terlelap biar pun sebentar untuk kedua kalinya.
Yang ada bukannya terlelap, memejamkan mata pun susah. Tiba-tiba Ambar datang dan tidur tepat disebelahku, sepertinya dia belum tidur juga dari tadi, ya sudah dari pada aku ga bisa tidur, kuputuskan untuk menuju kursi aja siapa tahu bisa tidur disana. Eh, ternyata posisi dikursipun tidak bisa membuatku tidur, ya sudah keluar pintu sebentar untuk melihat suasana jalanan menjelang shubuh sambil menghirup udara segar.

Suasana Subuh di Sukabumi

Jalanan masih sepi saat itu, tak ada mobil satu pun begitu juga orang-orang yang lalu lalang. Satu persatu teman-teman mulai terbangun dari tidurnya. Sebagian sudah bersiap-siap untuk sholat shubuh berjamaah. Aku sendiri lagi terbebas dari waktu sholat saat itu, eh terbebas…maafkan aku Tuhan, sujud syukur dipersembahkan hanya padaMu.

“Aduh sudah ga kuat neeh pingin ke kamar mandi, pingin pepsi alias pipis :) , selanjutnya bagian siapa yang antri? ” tanyaku pada Farida.
“Di dalam ada Dita Bandung, tinggal nunggu satu lagi Esthy”.
“0wh, ga apa-apa bentar lagi kalau begitu.”
Aku pun ga enak diam jalan-jalan sana sini, duduk di kursi panjang sambil tertidur berharap lagi siapa tahu bisa terlelap. Dan akhirnya tiba juga giliranku untuk bersih-bersih.
Ugh! segar sekali rasanya saat air menyiram seluruh tubuhku. Ingin rasanya berlama-lama di kamar mandi tapi apa daya orang yang diluar masih setia menunggu. Yang terpenting hanya satu akhirnya aku bisa mandi juga :)
Sepertinya sebagian sudah pergi keluar. Aku pun memutuskan untuk mencari sarapan pagi.

“Dit, makanan apa yang biasa dijual pagi-pagi di sini.”
“Bubur ada, ketoprak juga ada, dekat ko lokasinya dari sini”.
“Yup, bubur aja! ga mungkin ketoprak terus yang dimakan, Hihihi!’
Aku pun akhirnya pergi berempat, bareng Iwan, Agung dan Zaki. Tidak lupa mengajak teman yang lain.
“Cen, lo mau ikut ga sarapan?
“ngga ah, ga biasa sarapan pagi.”
Memang sebagian tidak biasa untuk sarapan pagi, termasuk aku, dulu :)
Tidak jauh dari lokasi Dita sudah kelihatan orang berkerumun di tempat itu. Woaw rupanya banyak peminatnya.
“Enak neeh sepertinya, patut di coba”
Aku lihat ada Bobby, Huda, Lulu, dan lain-lain yang ada tapi rupanya mereka sudah selesai, akhirnya kita pun bergantian tempat.

Semangkuk bubur dan pastel rasanya cukup untuk mengganjal perut dipagi ini, tapi buburnya tak seciamik yang di Pecinan lama Bandung. Tiba-tiba teringat seseorang *wing :)
Terus melanjutkan perjalanan maksud hati ingin melihat pantai, tapi waktu tidak akan mencukupi. Kaki melangkah menuju pelelangan ikan di Palabuhan Ratu.



Ketika di sana aku bertanya- tanya tentang rumput laut kering yang dijual, ingat pesanan mama, sebelum mau pergi kasih kabar dulu ke Bandung :)
Sayang sungguh sayang yang berjualan rumput laut kering adanya di Jampang, hmmm jauh sekali secara daerah itu tidak akan terlewati dalam perjalanan ini.
Hanya sebentar di tempat itu tadinya ingin menghadiri yang lagi bertransaksi di tempat pelelangan ikan, kami berempat memutuskan untuk segera menuju lokasi tempat Dita.
Benar saja tiba-tiba telp berdering.
“Fit, lo di mana? kami siap-siap sudah mau berangkat.”
“Aku dah di depan teras rumah Dita.”
Kumpul dulu sebentar, absen satu-satu dan langsung cabut menuju terminal Pelabuhan Ratu.

Foto by Boby

Foto by Lulu

Asal tahu aja kita naik satu elf yang isinya ada 23 orang Hihihi!
Ugh! untungnya ada sebagian dari kita yang naik diatas jadi kondisi di dalam tidak terlalu sesak. Ingin rasanya menghirup udara segar di luar, dengan naik di atas elf, eh … :)
Perjalanan ini dinikmati sekali oleh semua apa pun keadaannya. Siang ini matahari cukup terik menyapa hawa panasnya. Sepanjang jalan tidak ada yang tak ternikmati. Subhanallah sepanjang perjalanan banyak hal yang begitu indah untuk dilupakan.

Tiba-tiba ada razia di depan, tak ketinggalan mobil kita pun di suruh berhenti oleh seorang polisi, seperti biasa surat-surat dan kelengkapan lainnya. Dan teman-teman yang ada di atas elf suruh turun dan masuk ke dalam mobil semua, tidak boleh ada satu pun yang di atas.
Entah apa kesalahan lain lagi, sopir yang mengemudikan segera turun dan merapat ke polisi yang tadi. Owh, rupanya sopir itu memberi buat makan siang polisi, eh makan siang, Hahaha! pantaskah dikasih oleh seorang sopir :) entahlah, suka eneg kalau lihat pemandangan yang seprtu itu.
Kemudian kita melanjutkan perjalanan, dan tak lupa meminta Bapak sopir untuk berhenti sebentar di Pantai karang Hawu.

Sudah puas bernarsis ria, kita pun melanjutkan perjalanan. Tidak terasa kelelahan saat di perjalanan setelah kemudian kita sampai juga d SAWARNA.
Salam Backpacker Indonesia n_n
*Bersambung….





Searah jarum jam : Fitri, Agung, Iwan, Zaki

Selasa, 18 Februari 2014

Menyusuri Sawarna Banten

Sedikitpun tak ada rencana untuk pergi ke Sawarna, yang ada hanya satu harus pergi berlibur entah kemana yang penting pergi :)
 Akhirnya dua minggu sebelum hari H, aku bareng Cendy daftar ikut Backpacker Indonesia ya tujuannya hanya satu ke Sawarna. Kita setiap hari disibukkan dengan kerjaan masing-masing. Sesekali kalau ada waktu senggang baru berbincang masalah liburan ini. Ingin rasanya waktu itu segera datang. Sebagian orang yang ada di kantor kami telah mengetahui rencana ini.  Begitu juga bos yang satu yaitu Pak Farry Ashadi. Hari H yang ditunggu akhirnya tiba.      
Kita berdua belum menghadap ke bos besar yang satu lagi. Maka diputuskan untuk menghadap pukul 4 sore, itu waktu yang disepakati. Pukul empat lewat kita masih belum menghadap masih disibukkan dengan pekerjaan masing-masing. Telp berbunyi ada suara dari seberang sana ” tolong siapkan barang yang akan dikirim ke Bandung, maaf saya tadi lupa ga ngasih tahu dari pagi, kirim aja via travel kasih tahu sekalian no resinya”. 
“Bukannya dari tadi sekalian kan ada yang pulang ke Bandung (dalam hati sialan mendadak kaya gini).” Akhirnya selesai juga dengan cepat setelah memberi tugas ini itu. Langsung saja kita berdua menuju ruangan Direktur.
“Pak, kita berdua hari ini izin pergi.”
“Mau kemana?” Tiba - tiba ada yang masuk bos besar yang sudah mengetahui mau kemana kita pergi “Sawarna yah” “iya, yah pak? ” dengan wajah harap-harap cemas.
“sebentar-sebentar, duduk dulu disebelah saya ada yang harus diterangkan”
Akhirnya aku dan Cendy tertuju pada Mac yang dimana terdapat program-program yang akan diterangkan. Aku sudah cemas aja, masalahnya mejaku masih banyak data-data yang harus dirapihkan.
“Ya sudah, kalian pergi aja, harusnya sekarang rapat, hari senin nanti dilanjut lagi.”
” Terima kasih Pak”. Pamit berbarengan :)

Perlengkapan Jalan

 Akhirnya kami pun diantar menuju Lebak Bulus, biar ga terlalu muter-muter diantarnya ke tempat dimana bis Agra Mas lewat sebelum masuk tol. Menunggu seorang teman yang ikut bareng, dan yang ditunggu pun datang. “Lulu”. tangan itu berjabat dengan aku dan Cendy. 
Tak berapa lama Bis yang ditunggu pun tiba, alhamdulillah dapat tempat duduk. Tubuhku sandarkan, coba pejamkan mata walau sebentar dan berdoa dalam hati semoga selamat sampai tujuan, amiin. Seperti napak tilas ke Bogor ini tapi dulu berangkat dari arah Bandung. Langsung menuju tempat yang dijanjikan kita semua berkumpul di KFC dekat terminal Baranang Siang Bogor.
Ada beberapa orang yang sudah ada disana.
Senyum mengembang dan seperti pasword tiba-tiba kata - kata yang keluar dari mulut spontan “Sawarna” sambil menjabat erat tangan yang diajak bicara :) Cukup banyak yang sudah datang , tinggal beberapa aja yang belum. perut neeh ga bisa diajak kompromi secara siang cuma makan bakso.
 “Fit, makan yuk!’ kata Lulu. “hayuk, tapi jangan disini ”. KFC maksudnya hahaha kadang suka ga kuat dengan penyedapnya, sesekali makan juga seeh :)
“Ya sudah makan di dekat terminal aja”. abah menjawab. Aku, Cendy, abah, Lulu langsung menuju tempat makan. Tenda Biru, tempat kami makan cukup menggoda.

Street Food Bogor

Selesai makan kami menuju tempat yang tadi, tapi ditengah jalan berpapasan dengan rombongan kami yaitu menuju terminal Baranang siang. Asal tahu aja setiap ada orang yang membawa tas ransel pasti dicurigai mau ikut ;)) Masih menunggu beberapa teman lagi yang belum datang.

Bersambung….

Senin, 25 November 2013

[Terios7Wonders] Merekam Jejak Sahabat Petualang Menjelajah Nusantara

Inilah saat bincang-bincang dengan salah satu pemenang yaitu Haris Maulana saat menikmati perjalanannya bersama Terios TX bersama sahabat petualang lainnya selama 14 hari. Perjalanan yang dimulai tanggal 1 Oktober 2013 "Sahabat Petualang Terios 7 Wonders Hidden Paradise" start yang dimulai dari Sentul City, Bogor.

"Pokoknya semakin hari semakin seru. Semakin ke Timur semakin Indah." ucap Haris Maulana.

Melukiskan alam Indonesia dengan kata-kata dan mengabadikan moment yang dilewati dengan membingkai menjadi sebuah foto dan menuangkannya dalam tulisan tidak akan ada habis-habisnya. Kita seolah-olah terbawa menikmati suasana itu saat membaca dan melihat foto-foto perjalanan Sahabat Petualang selama 14 hari dengan menggunakan Terios.

Perjalanan pertama yang dilakukan adalah ke Sawarna, tempat ini sudah tidak asing lagi bagi saya, dibulan Juni 2011 sudah mengeksplor keindahan tempat ini antara lain Goa Lalay, lagoon pari, Tanjung Layar, Pantai Ciantir dan lain-lain. Dan betapa beratnya medan yang harus ditempuh dengan melewati jalanan tentu saja tidak semulus jalan beraspal. Ada keasyikan tersendiri saat bersama beberapa kawan bacpacker dulu, saat pengambilan foto dari atas mobil, bisa lebih mengasyikan lagi kalau saya pun bersama-sama sahabat petualang bisa menikmati serunya menggunakan Terios. Ternyata Terios bersama sahabat petualang bisa digunakan dengan mudah menempuh medan.

Senja saat di Tanjung Layar (Foto dok. pribadi)

Sunset di Tanjung Layar (Foto dok. pribadi)

Setelah mengeksplor Sawarna perjalanan Sahabat Petualang dilanjutkan ke Jawa Tengah. Tim Terios sendiri benar-benar melakukan Road Trip dengan mempersiapkan semuanya dengan baik selama konvoi sepanjang jalan menjadikan perjalanan aman dan nyaman.

Saat mereka mengunjungi Desa Kinahrejo di kaki Gunung Merapi sepertinya saya merasa berada di sana juga.

Perjalanan yang bukan hanya perjalanan biasa di sini, Desa Kinahrejo,Cangkringan Sleman, Daihatsu dengan salah satu bentuk kepeduliannya melakukan aksi penanaman 10.000 pohon yang didukung oleh Peerintah Provinsi DIY dan penduduk setempat, serta beasiswa diberikan untuk 10 orang anak yatim yang berprestasi di kawasan tersebut.


Ketangguhan Terios di kaki Gunung Merapi ( by Haris Maulana)


Perjalanan pun dilanjutkan menuju Ranu Pane, Tengger. Di Taman Nasional Bromo Semeru, Ranu Pane berada.

Sahabat petulang pun menginap semalam di sini. Dengan menikmati malam sejuta bintang saat berada di sana tentu saja menambah keindahan yang pastinya tak akan terlupakan. Cahaya kerlap-kerlip bintang di langit menambah rasa kita untuk selalu bersyukur dengan menikmati keindahan alamNya yang tidak akan ada henti-hentinya.



Malam Sejuta Bintang (by Haris Maulana)


Tempat Menginap para sahabat petualang dan Tim (By Haris Maulana)
Saat berada di desa Ranu Pane, sebelum meninggalkan tempat ini, Sahabat petualang memberikan kenang-kenangan untuk penduduk setempat berupa alat kebersihan. Perjalanan selanjutnya ke Baluran Malang.

Kota Malang, teringat kembali kenangan setahun kemarin.Hampir 17 jam perjalanan menggunakan kereta api dari jakarta. Dan perjalanan saat ke sana bareng kawan-kawan bacpackeran, menyebutnya "trip gokil". Dengan memanfaatkan long weekend, saat itu perjalanan pun dimulai eksplor Malang, Sempu - Kawah Ijen - Baluran - Pantai Bama - Pemandian Air panas Cangar. Hampir setiap hari tak mengenal waktu jalan terus. Lagi-lagi berkhayal seru sepertinya menggunakan Terios saat melakukan perjalanan.


Baluran, Taman Nasional yag terletak di Banyuputih, Situbondo Jawa Timur. Taman Nasional yang sangat luas, terhampar savana yang sangat luas, saat melewati jalanan pun kita bisa menikmati hutan mangrove saat berada di sana. Sesekali kita bisa melihat sekumpulan binatang-binatang yang lalu lalang.

Beruntungnya sahabat petualang bisa menikmati sunrise saat berada di Baluran, keindahan alampun bisa dinikmati setiap waktu.

Sunrise saat di Baluran (by Haris Maulana)


Terios TX saat berada di Baluran (by Haris Maulana)

Sayang sekali saat saya trip ke Baluran, padang savana kering akibat kemarau yang panjang. Baluran saat itu hanya bisa dinikmati sore dan malam,tanpa menginap saya dan kawan bacpackeran saat itu harus melanjutkan perjalanan kembali.Hanya terlihat ada satu banteng yang sedang melintas dari samping saat mobil melaju ke Pantai Bama.


Banteng di Padang Savana Taman Baluran ( Foto dok. pribadi)

Baluran lebih dikenal juga dengan sebutan "Africa from Java", rasanya tak akan bosan bila harus berkunjung ke Malang lagi.

Perjalanan para sahabat petualang kini dilanjutkan ke destinasi berikutnya yaitu Desa Sade Rembitan Lombok Tengah. Melewati Gilimanuk, sahabat petualang pun beristirahat di Hotel Santika Kuta, Bali. Menuju Lombok, dari Pelabuhan Padang Bay kemudian menyebrang melalui Pelabuhan Lembar, pulau Lombok. Saat itu sahabat petualang saat menyebrang membutuhkan waktu hampir tiga jam, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk beristirahat.

Akhirnya tak terasa para sahabat petualang telah melewati beberapa destinasi di pulau Jawa, diantaranya ; Sawarna, Desa Kinahrejo, Tengger dan Baluran. Tinggal tiga destinasi lagi yang akan dilalui oleh sahabat petualang, diantaranya, Desa Sade Rembitan, Dompu dan Pulau Komodo.

Demi keamanan dan lancarnya perjalanan tim dari Daihatsu tak lupa untuk melakukan check-up kendaraan saat di dealer Daihatsu Mataram. Bayangkan sudah ribuan kilometer jalanan yang telah dilalui.

Jelajah Budaya dan Alam Lombok dihari ke 9 bersama sahabat petualang akan bersama-sama kita nikmati.

Desa Sade Rembitan yang berada di Pulau Lombok Tengah merupakan sebuah desa wisata budaya. Terletak di kecamatan Pujut, akses menuju ke desa ini cukup mudah tidak jauh dari kota Mataram, berada di jalan utama Pantai Kuta Lombok.

Desa yang dihuni oleh suku Sasak ini, saat sahabat petualang datang disambut dengan Gending Belik (sambutan selamat datang). Tidak hanya itu saja hiburan pun disuguhkan oleh penduduk setempat dengan mempersembahkan tarian adat diantaranya tari paresean dan Amak Tempengus.


Penduduk setempat masih tetap memelihara kebudayaan-kebudayaan yang ada. Setiap wanita yang ada di sana diwajibkan bisa menenun kain. Lombok juga merupakan salah satu penghasil tenun yang ada Di Indonesia.



Penenun dan hasil tenunannya (by Haris Maulana)

Setelah selesai dari Desa Sade Rembitan, Tim Terios dan sahabat petualang bersama-sama mengunjungi Pondok pesantren Almansyhudien Nahdlatulwathan untuk memberikan bantuan buku dalam program CSR Pintar bersama Daihatsu.Dilanjutkan ke Pantai Pink yang terletak di desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur dan pantai Selong Belanak yang terletak di Lombok Tengah.

Semua tim di hari ke 10 saat pagi hari bergegas menuju Pelabuhan Khayangan (Lombok Timur) menuju pelabuhan Pototano (Sumbawa).

Para sahabat Petualang bersama tim lainnya saat itu akan mengeksplorasi keindahan Dompu.

Tempat yang dituju pertama adalah Desa Palama kecamatan Donggo Kabupaten Bima.

Sumbawa, langsung dong pastinya teringat produknya yang sering diperjual belikan apalagi kalau bukan susu kuda liar. Para sahabat petualang langsung dibawa menuju tempat pemerasan susu kuda tersebut, dan bisa diminum langsung lho!

Selanjutnya menuju kota Bima yang sepanjang jalan bisa dinikmati hamparan laut dan pantai yang menemani sahabat petualang saat itu.


Pemandangan saat menuju kota Bima (by Haris Maulana)


Tak terasa sudah memasuki hari ke 12 para sahabat petualang melakukan perjalanan, Terios masih setia menemani perjalanan mereka. Pasir Bersisik pun menjadi salah satu yang dibingkai dalam potret dengan indahnya.

Pasir bersisik Pantai Pede, Labuan Bajo (by Haris Maulana)


Destinasi terakhir yang akan dikunjungi sahabat petualang adalah Pulau Komodo.Sebelum ke Taman Nasional Komodo, para sahabat petualang menikmati keindahan pantai Pink (Pink Beach).

Lagi dan lagi seolah-olah saya berada disana saat menuliskan ini, keindahan alampun yang terbingkai lewat foto tak henti-hentinya saat mata memandang.

Sahabat Petualang akhirnya sampai juga di Pulau Komodo (semoga suatu saat saya bisa menginjakan kaki ke sini,amin). Di sini tentu saja sahabat petualang di temani ranger dan agar berhati-hati saat berada di kawasan ini. Apalagi kalau bukan mengambil gambar komodo dan menunggu moment yang pas.


Taman Nasional Komodo (by Haris Maulana)

Selesai sudah perjalanan yang ditempuh para sahabat petualang.

"Teriosnya Ok, perjalanan panjang tapi gak pegel." ucap Haris Maulana.

Ternyata Terios TX memberi kenyaman tersendiri bagi penggunanya.
Hal ini karena ditunjang bebera fitur yang ada, antara lain :

- 3RD row seat belt
   Seat belt tipe ELR disetiap baris untuk keamanan penumpang.

- Anti Lock Braking system (TX-AT)
  Untuk mencegah roda mengunci saat pengeraman mendadak (panis brake)

- Dual SRS Airbag
   Dilengkapi dual airbag untuk pengemudi dan penumpang yang sesuai dengan standar keselamatan   ASEAN  NICAP.

- Audio dan Video Double Din With Aux & USB Conector
   Melengkapi perjalanan anda agar tidak membosankan.

- New style of Interior
   New Terios TX, hadir dengan dasboard dan jok warna hitam yang elegan dipadukan dengan warna silver.

- New style of Exterior
  Ekterior tambahan yang cukup mencolok, sehingga menambah kegagahan Terios adventure ini.

- 3rd Row Headrest
Sandaran kepala sampai baris ketiga, sehingga menambah kenyamanan semua penumpang terutama para sahabat petualang yang melakukan perjalanan selama 14 hari.

Salam untuk Sahabat Petualang









Referensi :

http://maulanaharris.blogdetik.com
http://www.daihatsu.co.id/terios7wonders/2013/blog

Kamis, 11 Juli 2013

Car Free Day bersama Manusia Silver

Sudah lama tidak mampir di Car Free Day Bandung, Sabtu sore dapat kabar dari Bang Aswi kalau ada di Bandung mampirlah ke Dago saat acara CFD. Tanggal 7 Juli  2013, lalu seperti sudah direncanakan dan bukan kebetulan siangnya aku ada acara mengantar adikku untuk jalan-jalan ke Dago. Minggu pagi seperti biasa kota Bandung masih diselimuti hawa dingin, enggan rasanya untuk menarik selimut saat matahari belum terbit.
Menembus dinginnya pagi, jalanan menuju Dago hari itu cukup lancar. Sebelum jam 8 pagi, aku sudah sampai di acara CFD. Orang yang pertama kulihat dan sudah kenal hanya Bang Aswi.

CFD kali ini tidak seramai dulu, namun masih tetap penuh dengan orang-orang yang berolahraga atau hanya sekedar wisata kuliner di tempat ini. Saat mendekat ke area tak jauh dari  fly over Cikapayang ada acara Hapenning Art yang diadakan oleh Qur'an Cordoba yang bertemakan "Manusia Silver Aja mau Bertobat" .
Ternyata ini hanyalah simbolisasi dari keadaan bangsa yang terjadi saat ini. Semua pasti punya harapan dengan seorang pemimpin yang bersikap jujur, baik, cerdas dan amanah yang bisa belajar dari Manusia Silver yang secara simbolis berusaha untuk bertobat.

Sebelum acara, aku menyempatkan dulu melihat persiapan manusia-manusia silver yang melumuri tubuhnya dengan body painting, sehingga tidak terlihat kaku dikulit.



Tak lama kemudian terlihat Teh Ima dan Kang Edi di sana.
Orang-orang terlihat datang dan pergi meninggalkan area CFD. Tidak hanya terlihat manusia silver yang ada di sana, Cepot juga terlihat di sana dengan membagi-bagikan jadwal Imsakyah, karena bertepatan dengan menyambut ramadhan. Anak-anak sangat senang melihatnya, dan beberapa orang pada narsis hanya untuk berfoto bersama manusia silver atau pun si Cepot.




Bulan Ramadhan adalah bulan dimana sangat ditunggu-tunggu oleh semua umat muslim, karena saat Ramadhan banyak orang yang berlomba-lomba beramal baik dan memaksimalkan diri untuk meraih pahala yang dijanjikan berlipat di bulan ini. Tak lupa saat Ramadhan, seorang muslim memberikan perhatian yang lebih terhadap Al-Qur'an di bulan ini. Dalam Hapenning Art ini pun mengusung tagline "now everyone can read Qur'an".

Setelah matahari cukup sudah meninggi dan hari sudah beranjak siang, kami semua berkumpul di Jl. Sulanjana Bandung, untuk menikmati hidangan Bubur Mang Oyo . Selanjutnya aku meneruskan berjalan-jalan seputar Dago bersama adek.

Salam Damai untuk semua di Saat Ramadhan ^_^

Jumat, 14 Juni 2013

Piala Konfederasi dan Piala Dunia U-20 2013, Tontonan Pemanasan menuju Piala Dunia Brasil 2014

Bagi para pecinta sepakbola, baik di Tanah Air maupun dibelahan dunia, sebentar lagi akan menyaksikan pertandingan sepakbola Piala konfederasi dan Piala Dunia U-20. Kompetisi sepakbola yang sebagian telah usai, tapi sampai kapanpun pesona sepakbola tidak akan pudar. Dibulan Juni sampai Juli mendatang stasiun tvOne dan ANTV akan menayangkan Piala Konfederasi yang berlangsung di Brazil dan Piala Dunia U-20 di Turki.

Konferensi Press yang dilaksanakan tanggal 11 Juni 2014 lalu, bertempat di Golf Driving Range Gelora Bung Karno, Jakarta. Acara yang dihadiri langsung oleh Anindira Ardiansyah Bakrie (CEO tvOne),Erick Thohir (Dirut PT. Visi Media Asia Tbk (VIVA), yang merupakan holding dari ANTV, tvOne dan portal VIVA.co.id), Dudi Hendrakusuma (CEO ANTV), Teuku Wisnu dan sederetan artis lainnya.

Sebelum acara dimulai menyempatkan mengambil dulu foto-foto para artis yang datang.

Para Presenter Sepakbola (foto dok.pribadi)

Foto Bareng (foto dok.pribadi)
Foto bareng Teuku Wisnu (foto dok.pribadi)

Sambutan pertama dibuka oleh Erick Thohir dan dilanjutkan oleh Anindira Ardiansyah Bakrie.
Erick mengatakan, "Piala Konferderasi dan Piala Dunia U-20 merupakan uji coba atau "pemanasan" sebelun tvOne dan ANTV menayangkan Piala Dunia Brasil 2014."

Piala Konfederasi yang berlangsung di Brasil akan ditayangkan tanggal 16 Juni sampai 1 Juli 2013, sedangkan Piala Dunia U-20 di Turki tanggal 21 Juni sampai 14 Juli 2013.



Putri Violla, Ardi Bakrie, Erick Thohir, Dudi hendrakusuma dan teuku Wisnu ( foto kiri ke kanan/dok. pribadi)

Dua laga seru ini sayang kalau dilewatkan oleh para pecinta sepakbola tanah air.
Piala Konfederasi sendiri melibatkan tim terbaik di dunia, dan 6 di dalamnya yang mewakili Konfederasi FIFA, yaitu, Brasil, Uruguay, Meksiko, Spanyol, Italia, Nigeria, Jepang dan Tahiti. "Piala Konfederasi akan menampilkan 16 pertandingan kelas dunia dan semuanya bisa disaksikan di tvOne dan ANTV, dan penayangannya secara simulcat atau bersama-sama sehingga jangkauan kami menjadi luas dan tajam." kata Ardi.

Piala Dunia U-20 sendiri merupakan awal menuju gerbang menjadi pemain kelas dunia, ternyata Lieonel Messi dan Diego Maradona lahir dari ajang ini.
"Ini terobosan baru dan untuk pertama ada di televisi nasional, setelah tahun 1979. Piala Dunia U-20 ini tidak kalah seru dengan ajang senior." kata Dudi Hendrakusuma.

Penayangan Piala Dunia U-20 di ANTV dan tvOne sebanyak 16 pertandingan.
Walaupun pertandingan ditayangkan secara bersamaan, para penonton tidak usah khawatir konsep produksi ANTV dan tvOne tentu saja berbeda. "ANTV lebih menitikberatkan pada unsur Entertaiment, sedangkan tvOne pada konsep pemberitaan dan talkshow," kata Ardi yang menjagokan Jepang saat itu.

ANTV dan tvOne masih tetap menayangkan kompetisi tanah air, yakni Indonesia Super Leaque (ISL) dan Divisi Utama (DU). tvOne akan menayangkan setiap hari Senin dan Jum'at , sedangkan ANTV pada hari Sabtu dan Minggu. Jadi tunggu apalagi tiada hari tanpa sepakbola di tvOne dan ANTV.

Acara penutup foto bareng segenap jajaran teratas ANTV dan tvOne, dilanjutkan foto bareng para presenter Olah Raga ANTV dan tvOne.

Bravo Sepakbola.


Presenter Olah Raga ANTV dan tvOne (foto dok. pribadi)


Negara-negara Peserta Piala Konfederasi Brasil 2013 :
- GRUP A : Brasil, Jepag, Mexico dan Italia.
- GRUP B : Spanyol, Uruguay, Tahiti dan Nigeria.


Negara-negara peserta Piala Dunia U-20 Turki 2013 :
- GRUP A : France, Ghana, United States dan Spain.
- GRUP B : Cuba, South Korea, Nigeria, dan Portugal.
- GRUP C : Turkey, El Salvador, Colombia, dan Australia.
- GRUP D : Mexico, Greece, Paraguay, dan Mali.
- GRUP E : Chile, Egypt, England, dan Iraq.
- GRUP F : New Zealand, Uzbekistan, Uruguay dan Croatia.


Pastinya Anda sudah tidak sabar lagi ingin menyaksikan laga seru ini, ayo dukung jagonya masing-masing!

Salam Olahraga.