Senin, 13 Maret 2017

Tak Pernah Bosan Kunjungi Anak Krakatau


Tak pernah bosan kunjungi anak Krakatau.- Bersatu dengan alam memang selalu dirindukan.Tubuh ini diibaratkan seperti  batre yang habis powernya, kembali ke alam rasanya energi ditubuh ini terisi kembali.
Perjalanan biasanya dilakukan Jumat malam,meeting point kali ini di Slipi Jaya. Tidak hanya teman-teman backpacker  dari Jakarta yang ikut Gabung, dari Bandung juga ada beberapa orang.

Jumat pagi ransel sudah menemani dan nempel dipunggung. Selepas pulang kantor, baru langsung cabut menuju meeting point. Perjalanan menuju Slipi Jaya cukup menggunakan bis yang ada di Blok M. Bis yang tersedia tidak terlalu banyak jadi kalau dari kantor tidak teng go (baca : teng langsung go) ya jadinya harap-harap cemas deh, takutnya ga keburu ke lokasi sesuai dengan jam yang dijanjikan. Seperti biasa arah Selatan sangat padat oleh kendaraan bermotor, lagi-lagi tertolong oleh layanan ojek online. Tapi apalah artinya kalau kuota inet nol atau jaringan lambat, ya sama saja bohong. Dengan jaringan Xtra pesan ojek onlinepun lancar dan langsung lanjut pakai bis menuju Slipi. 
Tepat pukul 19.00 sudah tiba di lokasi, terlihat beberapa teman yang sudah hadir di sana. Sambil menunggu yang lainnya yang belum hadir. Demi kelancaran perjalanan nanti, waktu yang tinggal beberapa menit lagi dipakai untuk menyantap amunisi malam biar tidak dangdutan neeh perut.

Seetelah semua berkumpul, tanpa basa basi gak pake busuk hahaha kita langsung saja stop bis yang menuju Merak. Lebih dari 10 orang yang kumpul saat itu, jadi tak smua bisa barengan dalam satu bis, yang terpenting kita bisa berangkat nyebrang dalam satu kapal Ferry. Meeting point kali ini lanjut di tempat makan Pelabuhan Merak. Absen masih berlaku hahha, siapa tahu ada anak orang yang tidak terbawa atau hilang tersesat *LOL.

Tepat pukul 00:00 WIB kita smua bersiap-siap menuju kapal Ferry untuk menyebrang ke Bakauheni. Sudah dua kali nyebrang menggunakan Kapal Ferry tapi mendapat dua kapal yang berbeda. Biasanya tempat VIP berebut, walaupun  kita harus lagi mengeluarkan kocek dikantong sendiri. Tidak kebagian VIP tidak masalah bagi kami (anak-anak backpacker). Satu sama lain yang terpenting saling menjaga. Karena tidak semua orang yang ada di sana orang baik. Menjaga perlengkapan sendiri dan waspada tentu saja harus diperhatikan. Lebih suka kalau tempatnya lesehan, jadi satu sama lain bisa langsung terlihat. Tidurnya kek pindang jadinya, tapi lebih asyik dan lebih aman. 
Jangan lupa kalau melakukan perjalanan jauh, dua senjata ini ini wajib dibawa *baca sendok & garpu serta bantal kecil. Kapal melaju lambat, tapi deburan ombak yang besar tidak terasa. 

Perlahan namun pasti, akhirnya kami sudah memasuki Kota Lampung. Menara Siger Lampung terlihat dari kajauhan. Langit subuh tampak kebiru-biruan, angin pagi penyapa semua penumpang yang berada di luar ruangan. Akhirnya tibalah kami di Bakauheni. Selamat datang Lampung kami  kembali.

Beberapa angkot carteran sudah disiapkan dan kami pun tiba di Dermaga Canti. Bersih-bersih diri seperlunya, sarapan pagi dan perjalannan pun lanjut dengan menggunakan kapal-kapal kecil atau biasa disebut kapal nelayan. Kapal ini hanya muat kurang lebih untuk 20-30 orang saja. Kalau ombak terlihat masih besar, kami tidak bisa langsung melajutkan perjalanan kecuali memang sudah ada izin untuk lanjut ke tempat yang dituju. Banyak spot pulau yang akan kami datangi di sana.
Dermaga Canti


Pulau Umang-umang Lampung Selatan

Teman-teman seperjalanan


Perjalanan jumat malam dan berakhir Minggu siang ini membutuhkan tempat istirahat untuk bermalam, kami semua tinggal di pulau Sebesi, bagi kalian yang manja dan tidak mandiri hahahaa mana tahan keknya tinggal di rumah penduduk yang listriknya akan padam tepat pukul 00.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB. Di pulau Sebesi kami berkumpul layaknya saudara satu sama lain, makan bersama melakukan  game bareng-bareng dan bakar ikan di tepi pantai  saat malam. Ada sebagian memilih untuk tidur karena kelelahan dan sebagian lagi memilih untuk berada di luar sambil menatap cahaya bintang dilangit ditemani secangkir kopi serta bercengkrama bareng teman-teman.
Enaknya begadang sih sampai pagi, tapi tubuhnya sudah meminta untuk beristirahat. Cukup tidur beberapa jam, karena sebelum subuh tiba kami semua harus melanjutkan perjalanan menuju Anak Gunung Krakatau.
Saat di kamar tidur bareng teman-teman, bukannya langsung istirahat tapi obrolan pun masih berlanjut sampai di dalam. Entah siapa yang duluan terlelap, akhirnya bisa memejamkan mata juga.

Menjadi orang pertama bangun pagi memang menyenagkan, saat di kamar mandi waktunya bisa leluasa dan tidak diburu-buru. Selesai bersih-bersih langsung saat smua sudah siap baru perjalanan dilanjut ke Anak Gunung Krakatau. 


Berada di atas kapal nelayan menuju lokasi, bukan lagi terasa dibelai-belai angin. Angin yang berhembus cukup besar saat itu, tapi kalau berada di dalam kapal hawa bising dari bahan bakarnya lebih tidak bersahabat.Sengaja melakukan perjalanan sebelum adzan subuh, biar lebih pagi bisa sampai di puncak anak Krakatau. Siang sedikit, terik panas matahari  sangat menyengat di sana. Smua menikmati kebesaran Tuhan, rasa penat rutinitas sehari-hari jadi hilang begitu saja saat menyatu dengan alam.




 
Betapa nikmat rasanya berada di alam bebas dan bisa berkumpul bersama teman-teman yang ada.
Abadikan setiap moment karena waktu tidak akan terulang dua kali. Walaupun dua kali ditempat yang sama setiap moment tentunya berbeda. Kami anak-anak jalan biasanya ngeshare atau sekedar Ceck in di sosmed tujuannya hanya satu menjadi racooon bagi anak-anak jalan lainnya yang belum pernah datang hahaha.
Untuk ngeshare ke sosmed bukan hanya cuma modal jempol dan foto Landscape saja, jaringan internet lancar, kuota memenuhi ini yang paling penting. Upload di Instagram sekaligus share ke FB dan Twitter jadi lancar jaya berkat myXL.

Setelah puas menghirup udara dialam bebas, akhirnya kami semua kembali ke Pulau sebesi dan menjelang siang setelah makan bareng selanjutnya melakukan perjalanan pulang dari Bakauheni menuju Merak.[]FR

Pulau Sebesi