Senin, 06 Juli 2015

Mencari Hilal, Haruskah?

Mencari hilal, haruskah?
Persoalan dari tahun ke tahun yang hampir sama untuk menentukan 1 Syawal ini, isu sidang Isbat di Kementrian Agama yang harus menelan Milyaran rupiah menjadikan kontroversi.

Ismail Basbeth sang sutradara dengan filmnya yang berjudul "Mencari Hilal" merupakan sebuah film yang menjadi kegundahan hatinya. Dengan menuangkann dalam film semoga semua bisa tersampaikan dengan lebih baik dalam mengutarakan pendapatnya.
"Film adalah penyelamat saya" ucapnya.

Ismail Basbeth dalam filmnya yang terbaru yang akan tayang serentak tanggal 15 Juli 2015 di bioskop, pembuatannya dilatar belakangi oleh sebuah perjalanan saat ke Rotterdam, pria yang bertampang Arab keturunan Yaman, lahir dan tumbuh di masyrakat dengan tradisi Jawa. Dimana Indonesia selalu menjadi sorotan bangsa lain dengan kemunculan berbagai gerakan ektrim yang mengatasnakan Islam (Islam yang dilabeli teror). Mereka (bangsa lain) jadi lebih hati-hati bila ada nama yang berbau muslim atau bertampang Timteng.

Film Mencari Hilal saat premiere di Pejaten Village (5/6-2015) tidak hanya dihadiri oleh Dedy Utomo, Oka Antara,terlihat juga di sini  Lukman Saifuddin (Menteri Agama RI), Candra Malik (Sastrawan Sufi), Hanung Bramantyo (Sutradara), dan Salman Aristo (Screen Writer and Film Director).

Film Mencari Hilal memerankan tokoh Mahmud (Dedy Mizwar) yang selalu bertentangan pendapat dengan Heli (Oka Antara) mengenai hal-hal yang berkaitan dengan agama.
Mahmud sendiri sebagai seorang ayah yang menghabiskan masa mudanya di pesantren sampai usia lanjut terus saja berdakah dalam lingkungan sosial sekitar.

Pertentangan Ayah anak terus berlangsung, sampai keduanya harus pergi bersama untuk mencari HILAL (kegiatan yang selalu dilakukan saat dipesanternya dulu ke sebuah tempat).
Sebenarnya Heli tidak mau ikut dengan ayahnya, karena dia harus segera berangkat ke Nikaragua.
keluarga yang terdiri dari 2 anak ini, Halida adalah kakaknya Heli ( Erythrina Baskoro) bekerja di kantor Imigrasi, dimana Heli juga meminta bantuan kakaknya untuk memperpanjang paspornya yang sudah kadaluarsa demi sebuah perjalanan ke Nikaragua untuk membantu dan berjuang melawan perusakan lingkungan. Demi paspor yang akan diproses Halida, akhirnya Heli ikut mengantar Mahmud. Konflik pun sesekali terjadi saat dalam perjalanan.
Dalam perjalannya mencari HILAL, sosok Arifin (Toro Margens) temannya Mahmud yang ternayata salah satu caleg yang ambisius melengkapi cerita ini.

Tidak hanya mengankat konflik antara ayah dan anak dalam hal mengkritisi agama, ada juga isu-isu sosial dan agama yang diangkat didalamnya diramu dengan baik oleh Ismail Basbhet yang pada akhirnya film "Mencari Hilal" berhasil menghadirkan kedamaian dan cinta kasih atas keberagaman dalam beragama dan semua itu berhasil dengan komunikasi satu dengan yang lainnya.

Diakhir cerita,berhasilkah Mahmud memenuhi janjinya untuk melihat Hilal di lokasi yang ditentukan dalam tradisi pesantrennya sebelum datangnya Idul Fitri?
Apakah perjalan bersama ayah anak ini akan menyatukan mereka kembali?
Penasaran? Saksikan penayangannya tanggal 15 Juli 2015!. []FR

OKA ANTARA


FILM MENCARI HILAL 

Pameran : Oka Antara, Deddy Sutomo, Torro Margens, Erythrina Baskoro
Sutradara :   Ismail Basbeth
Produser :  Hanung Bramantyo, Salman Aristo, Putut Widjanarko, Raam Punjabi
Produser Eksekutif  : Haidar Bagir, Denny JA
Produksi : Mizan Productions, Multivions Plus, Dapur Film, Studio Denny JA, Argi Film
Tayang : 15 Juli 2015
Genre : Religi, Drama
Durasi : 94 menit
Rating : SU (Semua Umur)