Tampilkan postingan dengan label Satu Indonesia awards. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Satu Indonesia awards. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 November 2024

Anjani Sekar Arum , Upaya Lestarikan Batik Bantengan

                       Anjani Sekar Arum
           Sumber ; SATU Indonesia Awards

Anjani Sekar Arum, upaya lestarikan batik Bantengan.-  Setiap orang pasti tahu dengan yang namanya kain batik. Kain batik biasanya digunakan untuk pakaian formal ataupun non formal. Di Indonesia setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai hari Batik Nasional, dimana pada tanggal tersebut setiap pegawai diwajibkan menggunakan batik tak terkecuali anak sekolahan. Masyarakat sangat antusias dalam memperingati hari batik sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap kakayaan budaya dari leluhur. Ada berbagai jenis batik di Indonesia yang  bisa dlihat berdasarkan motif, daerah asal dan tekhnik pembuatannya. Biasanya batik ada yang dikerjakan secara manual sampai scala pabrikan, dari yang ditulis tangan hingga dibuat printingan. Kwalitas harga biasanya tergantung dalam lama atau sebentar pengerjaannya. Tekhnik pengerjaan yang dilakukan secara manual akan lebih tinggi harganya daripada yang diproduksi secara pabrikan. 

Anjani Sekar Arum, upaya lestarikan batik Bantengan. Tahukah Anda asal usul nama batik? Ternyata batik berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yakni Amba yang berarti menulis dan titik yang bermakna sama yakni titik.  Dalam pembuatan batik, pola - pola pada kain dibuat dengan cara menuliskan titik - titik atau corak tertentu menggunakan canting dan malam ( lilin) sebagai alat utamanya. 

Gabungan kedua kata ini mencerminkan cara traditional pembuatan batik secara manual yang membutuhkan ketelitian tinggi, kesabaran dan keahlian secara turun - temurun. Batik bukan hanya dikenal secara nasional saja,  sekarang sudah merambah mancanegara lho! Bangga dengan batik sebagai produk dalam negeri.  Btw tentang batik ada salah satu anak bangsa bernama Anjani Sekar Arum berhasil sebagai pahlawan budaya yang melestarikan batik Bantengan d daerah asalnya. Siapakah sosok Anjani Sekar Arum? 

Mengenal sosok Anjani Sekar Arum

       Sumber ; SATU Indonesia Awards

Anjani Sekar Arum, upaya lestarikan Batik Bantengan. Anjani Sekar Arum lahir di kota Batu, Malang Jawa Timur pada tanggal 12 April 1991. Anjani Sekar Arum yang lahir dari keluarga seniman, sehingga darah seni mengalir di tubuhnya. Berasal dari Batu Malang beliau yang menciptakan motif batik Bantengan bukan hanya dikenal oleh masyrakat lokal tapi kini batiknya sudah terkenal sampai mancanegara. Ayah Anjani Sekar Arum yang dikenal sebagai seorang seniman Pelestari Bantengan di desa Bumiaji kota Batu, neneknya seorang penari sedangkan leluhurnya seorang pembatik.

Masyarakat di daerah lereng pegunungan Jawa Timur ( Bromo - Tengger - Semeru, Arjuno - Welirang, Anjasmoro, Kawi dan Raung - Argopuro) dari Zaman kerajaan Singasari mempunyai seni budaya yang berkaitan dengan pencak silat, yang bernama Bantengan. Di Batu, Bantengan berkembang di daerah yang kini menjadi Desa Bumiaji. 

Batik Bantengan tercipta dengan adanya bakat, keahlian, ketekunan, dan cinta. Batik Bantengan yang ada kini,  merupakan hasil karya Anjani Sekar Arum, beliau memulainya dengan cara mendesain sendiri dengan mendirikan sanggar dan geleri batik di Kota Batu Malang pada bulan Agustus tahun 2014.

       Sumber ; Instagram satu_Indonesia

Setiap karya yang tercipta pasti mempunyai sejarahnya, termasuk batik Bantengan ini. Bantengan yang merupakan warisan dari leluhur  yang harus dilestarikan. Seni budaya yang berasal kerajaan Singasari ini sangat menarik hati Anjani Sekar Arum untuk dikembangkan menjadi identitas budaya di tempat asalnya yakni Bumiaji kota Batu Malang, Jawa Timur.

Desain Bantengan mempunyai filosofi tersendiri. Dalam hal norma kultur, banteng mempunyai kekokohan layaknya gunung, seperti halnya kota Batu yang dikelilingi oleh empat gunung besar antara lain gunung  Kawi , gunung Arjuno, gunung Van Der Man dan gunung Semeru. Keberadaan norma kultur Ini menjadi simbol kekokohan solidaritas dari masyarakat kota Batu, Malang. Sama- sama pelestari budaya, Anjani dan ayahnya. Ayahnya bernama Agus Tubrun adalah seorang pendiri kelompok budaya Bantengan Nusantara, yakni dengan membuat motif batik khas Batu yaitu Batik Bantengan. 

Anjani Sekar Arum ternyata sudah menggeluti dunia seni batik saat dirinya masih kuliah di jurusan seni dan desain di Universitas Negeri Malang. Sejak kuliah Anjani Sekar Arum selalu memasukan unsur budaya Bantengan dalam tugasnya sehingga ia mendapatkan julukan Anjani Bantengan. Sayangnya di tempat kuliah Anjani tidak ada seni batik, sampai akhirnya Anjani pergi ke Solo dan Yogyakarta untuk mempelajari tekhnik pewarnaan batik. Selama satu bulan lamanya, Anjani dan teman-teman kuliahnya tinggal berpindah-pindah di dua kota itu sambil pulang pergi dari Batu - Yogyakarta dan Batu - Solo.

Kerja kerasnya dalam membatik berbuah manis, Skripsi dan karya batiknya mendapatkan nilai yang tinggi. Pada tahun 2014 Anjani Sekar Arum berhasil mengadakan pameran tunggal di sebuah galeri yang bernama Galeri Raos Baru. Anjani memamerkan 54 lembar batik yang dibuatnya sejak menjadi mahasiswa di tahun 2008.

Semua terjadi bukan hanya tanpa proses, dengan kegigihan dan ketekunannya hasil karya pameran Anjani dihargai tinggi dan terjual habis, bahkan sosok Dewanti Rumpoko (istri walikota Batu periode 2007-2017, Eddy Rumpoko) mengangkat Batik Bantengan menjadi batik khas Batu. Anjani pun tertantang untuk membuat Batik Bantengan menjadi lebih berkembang.

Upaya Pelestarian Batik Bantengan 

            Sumber ; Ig satu _Indonesia

Ternyata dalam prosesnya batik Bantengan tdak selalu berjalan mulus. Awalnya, Batik Bantengan asal kota Batu, Jawa Timur  sempat meredup dikarenakan kalah dengan corak motif batik lainnya. Tidak sampai menyerah begitu saja, Anjani terus menerus membangkitkan usahanya dalam menciptakan batik Bantengan. Walaupun tidak semuanya berjalan lancar sesuai keinginan, karena para pembatik yang dulunya bersedia membantu kini pergi karena upah penghasilan tak menentu. Namun, keadaan tidak menjadi masalah besar bagi Anjani, karena keutungan bukan merupakan target utamanya, tapi bagaimana melestarikan kembali Batik Bantengan adalah tujuan utama dibukanya usaha ini.

" Besar atau kecilnya batik yang laku terjual bukan tujuan utama, sebab yang penting mereka terus berkarya agar budaya membatik tetap lestari."

Upaya untuk melestarikan batik Bantengan diantaranya ; 

- Mendirikan sanggar seni

Anjani Sekar Arum mendirikan sanggar seni batik di Alun - Alun kota Batu setelah lulus kuliah di Universitas Negeri Malang pada tahun 2014. Anjani Sekar Arum juga melatih anak - anak untuk membatik secara gratis di sanggarnya.

- Membina Pembatik muda

Sejak tahun 2015 Anjani berhasil membangun komunitas  pembatik cilik dengan tujuan memunculkan bibit - bibit pembatik Indonesia sehingga batik bisa dikenal secara luas. Dengan membina pembatik muda Anjani berharap selain bisa melestarikan batik, para pemuda tersebut bisa menghasilkan karya batik  dan memasarkannya.

- Membangun Kampung Wisata Edukasi pembatik cilik

Anjani dipercaya Yayasan Pendidikan Astra untuk membangun kampung Wisata edukasi Pembatik Cilik di Yogyakarta.

- Memindahkan sanggar dan galeri batik

Anjani Sekar Arum memindahkan sanggar dan geleri batik ke Desa Bumiaji  yang merupakan tempat kelahirannya dan juga asal seni budaya Bantengan.

Anjani Sekar Arum selain mengadakan pameran di dalam negeri, Batik Bantengan berhasil juga dipamerkan di berbagai negara seperti Ceko, Taiwan, Malaysia , Singapur dan Australia. Anjani berhasil menyamai kesamaan ayahnya, Agus Tubrun yang juga mampu membawa seni budaya sampai ke mancanegara. 

Anjani Sekar Arum, upaya lestarikan Batik Bantengan. Ia tak hanya menjual kain batik motif Bantengan tapi juga  memberikan palatihan batik cap dan tulis untuk pelajar atau yang berminat membuka usaha batik. Saat palatihan membatik tidak hanya edukasi membatik  yang diberikan olehnya tapi juga memberikan edukasi mengenai sejarah,  norma kultural,  dan nilai estetika pada setiap guratan warnanya.

Dalam hal bisnis beda lagi,  harus ada proses negoisasi terlebih dahulu, semua tergantung kebutuhan dalam memproduksinya. Di galeri Anjani sendiri menjual kain batik tulis dan cap dengan harapan bisa mengangangkat derajat ekonomi para pembatiknya.

Dari setiap batik yang terjual, sanggar hanya mengambil 10 persennya saja dari hasil penjualan. Tak jarang Anjani merogoh koceknya sendiri  bahkan sampai menguras habis gajinya yang didapat sebagai guru honorer SMP 1 Batu untuk keperluan biaya sanggar. Dari 10 persen keuntungan yang didapat untuk sanggar, sisanya menjadi milik para pembatik dan jumlahnya tentu saja tidak sedikit. Harga batik yang dihasilkan anak- anak asuh Anjani lebih tinggi daripada harga normal batik.

" Yang mereka jual adalah batik, bukan kain batik, yang dijual adalah prosesnya."

Berkat ketekunannya Anjani Sekar Arum ternyata salah satu orang yang menerima ajang bergengsi apresiasi SATU Indonesia  Awards pada tahun 2017 di bidang kewirausahaan.

Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2017

Anjani Sekar Arum penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2017 yang diselenggarakan oleh PT. ASTRA International Tbk di tahun 2017 dalam bidang kewirausahaan.


Sumber ; SATU Indonesia Awards
          
Anjani Sekar Arum  tak pernah menyerah  dengan komitmen yang kuat untuk melestarikan Batik Bantengan sebagai warisan budaya  dari para leluhur dengan berbagai upayanya dilakukan agar Batik Bantengan bisa berkembang dan berkelanjutan di kemudian hari.
Anjani Sekar Arum Si Batik Bantengan dari kota Batu, Malang yang berhasil menurunkan kepada para pembatik generasi muda dan membawa karya batiknya sampai menembus pasar mancanegara.
Sebagai penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2017 dibidang kewirausahaan ini berkolaborasi dengan program Desa Sejahtera ASTRA dalam pembinaan kerajinan bernas kearifan lokal dan potensi wilayah destinasi wisata. Melalui program kolaborasi tersebut, Anjani tak hanya berhasil melestarikan kebudayaan daerah tapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.

Semenjak jadi pemenang di SATU Indonesia Awards 2017, galeri miliknya jadi ramai dikunjungi. Katanya sejak itu, banyak wisatawan datang dan membeli batik di tempatnya. Publikasi dari SATU Indonesia Awards sungguh luar biasa, ungkapnya.

Ajang bergengsi SATU Indonesia Awards ini bisa diikuti oleh siapapun juga. 
Kamu juga bisa berkontribusi bagi orang banyak dengan mendaftarkan diri kamu atau orang lain yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti 15 th SATU Indonesia Awards 2024 melalui www.satu-indonesia.com atau langsung follow Instagram @satu_indonesia ! []FR


Referensi :
- E- Buklet penerima SATU IndonesianAwards 2024
- Instagram @satu_Indonesia








Sabtu, 07 Oktober 2023

Alfira Oktaviani Pelestari Kain kayu Lantung Bengkulu


Alfira Oktaviani, Pelestari kain kayu lantung Bengkulu. Setiap hari kita dihadapkan dengan kebutuhan yang tak akan pernah berhenti mulai dari sandang, pangan dan papan yang biasa disebut dengan kebutuhan pokok ( primer ) manusia. Semua setidaknya harus terpenuhi untuk keberlangsungan agar bisa bertahan hidup. kebutuhan primer yang akan kita bahas sekarang hanya kebutuhan sandang saja.

Sandang secara bahasa menurut kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang artinya "bahan  pakaian". kita semua tahu pakaian ini yang dibutuhkan manusia sehari-hari. Coba bayangkan manusia tanpa pakaian padahal kita dikenal dengan sebutan makhluk sosial. Bermacam-macam pakaian yang dikenakan oleh orang-orang saat bertemu dengan siapa saja dan dimana saja. Pakaian ada yang berasal dari bahan sintetis (buatan ) atau bahan organik (alami). Yang sering kita temui bahan kain alami yang sudah dikenal oleh banyak orang adalah kain serat sutra, serat kapas, serat wol,serat goni dan lain sebagainya. Ternyata tak hanya itu saja membuat kain pun bisa berbahan dari kayu, contohnya kulit kayu lantung yang berasal dari pohon lantung ( Artocarpus Elasticus). Pohon ini sejenis pohon bergetah yang merupakan pohon endemik di hutan kawasan Sumatera termasuk Bengkulu.

Ternyata kulit kayu lantung ini dijadikan kerajinan khas Bengkulu yang dibuat oleh-oleh. Tapi penggunaanya dalam skala kecil berupa gantungan kunci ataupun pernak pernik. Kain lantung ini ternyata tidak familiar di telinga masyarakat luas meskipun telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementrian Pendidikan  Kebudayaan RI pada tahun 2015. 

Ada anak bangsa yang ingin melestarikan kain kulit Lantung ini yakni Alfira Oktaviani dengan tujuan yang mulia ingin mengenalkan kain kayu lantung ini  kepada masyarakat sekitar khususnya dan masyarakat luas umumnya. Siapakah Alfira Oktaviani?

Mengenal sosok Alfira Oktaviani

Alfira Oktaviani, seorang mompreneur  (wirausaha dan juga ibu rumah tangga) berdarah Bengkulu yang memiliki minat dibidang fashion dan seni. Perempuan lulusan sarjana Apoteker Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta yang kecintaannya pada fesyen dan seni ini mendorongnya untuk belajar Ecoprint yang masuk ke Indonesia pada tahun 2016. Ecoprint sendiri adalah teknik mencetak kain alami yang cukup sederhana namun dapat menghasilkan motif yang unik dan otentik. Prinsip pembuatannya adalah, melalui kontak langsung antara daun, bunga, batang atau bagian tubuh lain yang mengandung pigmen warna dengan media kain tertentu. Alfira Oktaviani dengan tekad yang kuat akhirnya pada tahun 2018 mendirikan Semiliar Ecoprint. Lewat Semilar Ecoprint ini Alfira ingin menciptakan fashion yang ramah lingkungan tidak hanya itu saja dia ingin memperkenalkan fashion lokal yang bisa sampai Mancanegara. Ecoprint-nya Fira panggilan akrabnya pada akhirnya bisa Go International. Semiliar Ecoprint dalam memasuki pangsa pasar mancanegara tak lupa memberdayakan masyarakat sekitar. 

Cerita dibalik SEMILIR ECOPRINT

Semilar Ecoprint didirikan Fira tahun 2018 di kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk memulai bisnis ecoprint ini awalnya hanya bermodalkan uang 500 ribu saja. Tujuannya saat itu hanya satu ingin mengenalkan budaya fashion berkelanjutan yang ramah lingkungan. Dari alam dan kembali ke alam. Mungkin hanya orang-orang tertentu saja atau orang yang fanatik yang akan selalu menggunakan bahan-bahan alami. Sebagian pasti berfikir, kesannya mungkin kalau sesuatu yang kembali ke alam akan terkesan kuno. Eits jangan salah lho zaman sekarang barang-barang atau fashion yang dari bahan-bahan alami mempunyai keunikan tersendiri bahkan harganya jauh bisa lebih tinggi dari biasanya mengingat semua dilakukan dengan manual dan memakan waktu yang cukup lama dalam pembuatannya.

Nama Semilir ternyata diambil dari bahasa Jawa "Silir" yang artinya angin yang menyejukkan. Filosofi ini dituangkan saat proses pembuatannya. Pembuatan produk Semilir Ecoprint sangat memperhatikan kelestarian lingkungan dan juga memberdayakan masyarakat sekitar.

Bahan-bahan alam yang digunakan

Produk semiliar yang ramah lingkungan tentu saja menggunakan bahan-bahan alami, pengerjaanya pun dibantu oleh ibu-ibu sekitar yang menjadi pengrajin ecoprint. Motif dedaunan merupakan ciri khas dari Semiliar Ecoprint yang mengusung sustainability (berkelanjutan). Kain yang digunakan pun beraneka ragam mulai dari bahan katun, sutra, linen, atau kain-kain berbasis alam yang mudah menyerap pewarna alam. 

Alfira Oktaviani Pelestari kain kayu lantung ecoprint. Tidaklah mudah membuat ecoprint dari kain kayu lantung ini. Walaupun sama-sama berbahan alami tetap saja pembuatannya membutuhkan proses yang mengalami trial and error cukup lama. Proses pewarnaannya sendiri memerlukan waktu yang lama, pencelupan pun dilakukan 5-10 kali. Proses ini dilakukan atas pengarahan Nadim BBPKB Kemenperin yang merujuk katalog pewarna alam. 

Ciri khas Semilir kan dedaunan, di sini Fira memanfaatkan sampah daun-daun tua dan bunga- bunga yang berguguran diaturnya sehingga membuat pola dan terbentuk seperti aslinya. Mulai dari kain digulung , diikat kemudian dikukus. Semua yang dilakukan tidak ada yang percuma apalagi semua dilakukan dengan cinta, ya cinta pada bumi dan memanfaatkan hasil bumi yang ada. Semua dilakukan dengan matang. Proses yang lama ternyata tidak mengkhianti hasil. kain lantung ini sudah bisa go International. Akhirnya Fira berupaya mencari informasi mengenai pengrajin kulit kayu lantung di Bengkulu. Alfira Oktaviani  tidak hanya ingin menjadi penyuplai bahan baku untuk produknya, tapi keinginannya juga untuk memperkenalkan lebih jauh mengenai sejarah dan produksi kain lantung Bengkulu. Mencari pengrajin di Bengkulu ternyata tidaklah mudah dengan menempuh perjalanan 250 kilometer atau tujuh jam dari kota Bengkulu. Akhirnya Alfira Oktaviani bertemu para pengrajin kain kayu lantung di sana. Saat di sana, Alfira belajar bagaimana cara membuat kain kayu lantung. Ini adalah sebuah tantangan baginya. Ternyata desa terpencil tersebut seluruh penduduknya menggantungkan ekonomi mereka dari memproduksi kayu lantung. Bapak-bapak di sana mencari kulitnya, sedangkan ibu-ibu yang memproses menjadi kain lantung.

Semilir tidak hanya menghasilkan produk fashion yang ramah lingkungan, tujuan yang lainnya ingin mempromosikan kebudayaan Indonesia lewat produk-produknya. 

Kain lantung by Semilir Ecoprint

Produk semilir tidak hanya pakaian saja ada juga kain Semilir, Tas, Dompet, Outer, Scraft , sajadah dan  yang terbaru adalah masker. Segmen pasar yang dituju adalah menengah ke atas, dengan sasaran wanita usia 20-60 tahun yang hidup di kota-kota besar yang menyukai produk lokal,handmade, dan ramah lingkungan. Yang secara tidak langsung pengguna semilir bisa menikmati suasana alam di perkotaan dengan menggunakan produknya. 

Siapa yang tak kenal barang- barang handmade. Barang yang punya keunikan tersendiri dan ciri khas tertentu. Jujur saya juga pecinta barang -barang handmade, untuk harga biasanya berbeda dengan barang pabrikan, tapi ada kepuasan tersendiri dalam hati saat bisa membeli barang handmade apalagi secara tidak langsung kita bisa ikut berpartisipasi dalam memajukan produk-produk lokal.

Semilir Ecoprint, Fashion Ramah Lingkungan 

Semilir Ecoprint milik Alfira Oktaviani ini merupakan sebuah bisnis yang bergerak dibidang eco fashion yang bertemakan ecoprint yang mengusung konsep ethical fashion dengan  teknik ecoprint. Semilir menjadi salah satu alternatif fashion yang ramah lingkungan, dengan proses pewarnaan menggunakan dedaunan asli alam Indonesia. 

Semua produk Semilir mempunyai keunikan tersendiri dimana mereka menggabungkan warisan budaya Indonesia ke dalam setiap produk. Salah satu contohnya adalah dibuatnya produk ecoprint yang digunakan pada kulit kayu lantung. Bisa lihat sendiri hasil dari produk Semilir memiliki motif tegas dan warna pastel yang alami. 
Tas kain kulit lantung by Semilir



Perjalanan bisnisnya yang dimulai pada tahun 2018 pun terus berkembang dan sudah bisa merekrut karyawan di akhir  tahun 2018. Orang-orang disekitarpun mulai dilibatkan, para tetangga, ibu-ibu rumah tangga semua turut serta dalam produksinya.

Proses pembuatan kain kayu lantung

Prosesnya tidak mudah, setelah pohon yang ditebang dikuliti, kulit kayu dibuka dan dikelupas dari inti batang kayu untuk mendapatkan lembaran kulit kayu yang basah dan bergetah. Kemudian, dilakukan proses pemipihan, yakni pemukulan kulit kayu lantung menjadi lembaran yang dilakukan oleh beberapa ibu-ibu di desa tersebut. Pemipihan pun masih dilakukan secara tradisional, dipukul dengan alat bernama perikai. Perikai merupakan sejenis alat pukul keras dengan ukuran panjang dan besarnya 40x10 cm. Alas yang digunakan adalah kayu balok yang terbuat dari kayu gadis.Proses ini dilakukan hingga lebar kulit kayu menjadi 1 meter. Selama proses ini, warna kulit kayu akan berubah menjadi kecoklatan yang disebabkan oleh warna dari getah pohon terap yang sudah mengering. 

Penebangan pohon yang dilakukan di hutan kalau dibiarkan akan menjadi bencana. Akhirnya Fira dibantu oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu untuk memberikan sosialisasi mengenai keberlanjutan dan pelestarian alam. 

Melalui audiensi dengan berbagai pihak, Semilir pun dapat bekerja sama dengan DLHK Bengkulu. Disediakannya lahan  dan pasokan bibit pohon terap secara gratis untuk para pengrajin di Desa Papahan. Karena tidak mungkin dibantu lewat pendanaan yang akan membutuhkan pengawasan lebih untuk penggunaan dana tersebut.

Semilir ecoprint, fashion ramah lingkungan untuk memajukan bisnisnya mulai mengikuti pameran mikro usaha kecil dan menengah (UMKM) dan fashion show, tak hanya itu saja Semilir juga mengadakan workshop secara rutin. Workshop terbesar yang pernah dilakukan Semilir adalah membina para pemuda karang taruna di Desa Banaran, Kabupaten Gunung Kidul.

Bekerjasama dengan Hutan Pendidikan Wanagama Universitas Gadjah Mada (UGM),  ada sekitar  5 orang ibu-ibu pengrajin Semilir yang mengajarkan para pemuda di desa lokasi hutan tersebut untuk membuat ecoprint yang kemudian menjadi tempat produksi oleh-oleh khas Fakultas Kehutanan UGM. Semua dilakukan agar bisa tetep membantu para pengrajin kain kulit kayu lantung.




Penerima Apresiasi Satu Indonesia Awards 2022 

Penerima Apresiasi Satu Indonesia Awards 2022. Alfira Oktaviani adalah salah satu penerima awards dari ajang bergengsi PT. ASTRA International Tbk di tahun 2022 dalam bidang kewirausahaan.


Dengan brand Semilir yang mengusung go green yang memproduksi kain kayu lantung dan menggunakan pewarna alami yang berasal dari alam sangat tepat kalau menjadi salah satu penerima Apresiasi Satu Indonesia Awards. Melalui produknya Alfira ingin menunjukan bagaimana cara melestarilan alam dan budaya. Sebagai pelestari bahan kain lantung Bengkulu Alfira menginginkan semuanya berkelanjutan. Ingin menunjukan pada masyarakat luas pesonanya kain lantung.

Alfira berhasil memenangkan penghargaan bergengsi SATU Indonesia Awards ke-13 tahun 2022 bidang kewirausahaan dari PT Astra International Tbk. Kiprahnya sangat luar biasa dalam mengembangkan Semilir Ecoprint ini, yang juga membantu ibu-ibu sekitar dalam keberlangsungan perekonomiannya.

Jadi siapapun Anda kalau mempunyai tekad yang kuat, usaha yang tak mengenal lelah penuh semangat bisa jadi Anda adalah salah satu yang akan menjadi Alfira berikutnya. []FR 


Alamat Semilir Ecoprint :
Perumahan Griya Asri Pratama Blok A17, Balong, Donoharjo, kel.Ngaglik, Kabupaten Sleman.
Daerah Istimewa Yogyakarta 55518



Referensi : 
- E-buklet penerima SATU Indonesia Awards 2023
- https://www.google.com/amp/s/www.liputan6.com/amp/4396389/semilir-brand-fashion-motif-ecoprint-yang-unjuk-gigi-di-final-kreatif-lokal-award-2020
- credit foto ; instagram.com/semilir