Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Oktober 2016

Film Wonderful Life, Anak Disleksia Bukan Aib


Film Wonderful Life, anak disleksia bukan aib. Kini karya anak bangsa dalam perfilm-an Indonesia selangkah lebih maju. Setidaknya mendidik atau memberi hikmah bagi yang menontonnya. Sebut saja Film terbaru yang  tayang Oktober 2016 dengan judul Wonderful Life.
Film Wonderful Life yang disutradarai oleh Agus Makkie adalah film adaptasi dari Novel Karya Amelia Prabowo. Mengisahkan tentang perjuangan seorang ibu bernama Amalia ( Atiqah Hasiholan) yang setiap harinya harus menghadapi putranya Aqil (Sinyo) pengidap disleksia.

Dalam film diceritakan masalah tidak datang dari sekolah Aqil saja, bahkan keluarganya sendiri terutama Ayahnya Amalia menuntut agar cucunya pintar secara akademis. Aqil adalah anak yang tidak fokus secara akademik, hobinya hanya menggambar dan mewarnai.

Amelia adalah seorang wanita karir yang sangat sukses dalam perusahaan tapi merasa tidak berhasil dalam mendidik putranya.

Ada ego yang dipaksakan dari seorang ibu tanpa mengerti dunia anaknya yang memang indah. Sehingga Amelia menilai kesembuhan Aqil hanya dengan uang saja.
Kegigihan seorang ibu diuji di sini demi kesembuhan Aqil, sampai akhirnya menyadari bahwa Aqil punya dunianya sendiri. Setiap anak terlahir sempurna.

Untuk kisah selanjutnya bisa disaksikan dibioskop tanah air mulai tanggal 13 Oktober 2016.[]FR

=======

Judul Film            : Wonderful Life (2016)
Penulis Skenario  : Jenny Yusuf
Sutradara              : Agus Makkie
Produser               : Angga Dwimas Sasongko
                               Handoko Hendroyono
                                Rio Dewanto
Pemain                 :  Atiqah Hasiholan
                                Sinyo
                                Alex Abbad
                                Lidya Kandouw




Selasa, 11 Oktober 2016

Film Me Vs Mami : Ibu Adalah Segalanya


Film Me Vs Mami :Ibu adalah segalanya. Film yang berawal dari layar kaca ini kini dapat kita saksikan di seluruh bioskop tanah air mulai tanggal 20 Oktober 2016. Film Me Vs Mami ini diproduksi oleh MNC Pictures bergenre komedi tapi banyak pelajaran yang diambil didalamnya.
Kita tahu dalam kehidupan sehari-hari, biasanya anak perempuan lebih suka ribut dengan mamanya dengan alasan inilah dan itulah pokoknya ada aja deh permasalahannya.
Tak beda jauh dengan Film Me Vs Mami, dimana Mira ( Irish Bella) adalah seorang anak dari Maudy Wirasti (Cut Mini) yang berprofesi sebagai celebrity chef dan host. Sehingga tidak memili banyak wantu untuk putrinya, hal ini membuat mereka tidak pernah akur. Sebagai seorang ibu yang super sibuk dan membesarkan anak seorang diri membuat Maudy merasa harus menjaga anaknya dengan baik.
Sesekali terjadi pertengkaran diantara mereka hanya masalah sepele. Satu sama lain menjadi ingin menang sendiri. Maudy ingin mempersembahkan yang terbaik dalam hidupnya demi anaknya Mira.

Keseruan  pun terjadi saat mereka berdua harus melakukan perjalanan berdua ke Payakumbuh. Keindahan Alam Padang dapat disaksikan di film ini.

Perjalanan Jakarta Padang yang dilakukan Maudy dan Mira ini sebenarnya atas permintaan Uci ( nenek buyut Mira dari alm papinya) yang sedang sakit keras di Payakumbuh - Padang, Sumatera Barat. Tiba-tiba muncul sosok Misterius bernama Rio ( Dimas Aditya) seorang backpack dari Jakarta yang membuat Mira jatuh hati.

Pertengkaran hebat antara ibu dan anak pun terjadi selama perjalanan ke Payakumbuh. Seru, kocak dan haru dapat dilihat saat petualangan mereka untuk mencapai tempatnya Uci. Petualangan selama perjalanan akhirnya membuat ibu dan anak menyadari, begitu besarnya kasih Ibu yang tidak disadari oleh Mira sebelumnya.
Diakhir film muncul lagi sosok misterius Alex ( Mike Lucock) yang sesekali muncul dalam adegan hanya untuk memantau Rio.
Untuk lebih lengkapnya bisa kita tonton langsung filnya! [FR]

=======
Film Me Vs Mami

Produksi :
MNC Pictures

Executive Produser :
Affandi Abdul Rachman

Produser :
Risra Ferina

Creative Producer :
Lukman Sardi

Line Producer :
Danny Saputra

Sutradara :
Ody Chnadra Harahap

Skenario :
Vera Varidia

Para Pemain :
CUT MINI
IRISH BELLA
DIMAS ADITYA
MIKE LUCOCK


Senin, 06 Juli 2015

Mencari Hilal, Haruskah?

Mencari hilal, haruskah?
Persoalan dari tahun ke tahun yang hampir sama untuk menentukan 1 Syawal ini, isu sidang Isbat di Kementrian Agama yang harus menelan Milyaran rupiah menjadikan kontroversi.

Ismail Basbeth sang sutradara dengan filmnya yang berjudul "Mencari Hilal" merupakan sebuah film yang menjadi kegundahan hatinya. Dengan menuangkann dalam film semoga semua bisa tersampaikan dengan lebih baik dalam mengutarakan pendapatnya.
"Film adalah penyelamat saya" ucapnya.

Ismail Basbeth dalam filmnya yang terbaru yang akan tayang serentak tanggal 15 Juli 2015 di bioskop, pembuatannya dilatar belakangi oleh sebuah perjalanan saat ke Rotterdam, pria yang bertampang Arab keturunan Yaman, lahir dan tumbuh di masyrakat dengan tradisi Jawa. Dimana Indonesia selalu menjadi sorotan bangsa lain dengan kemunculan berbagai gerakan ektrim yang mengatasnakan Islam (Islam yang dilabeli teror). Mereka (bangsa lain) jadi lebih hati-hati bila ada nama yang berbau muslim atau bertampang Timteng.

Film Mencari Hilal saat premiere di Pejaten Village (5/6-2015) tidak hanya dihadiri oleh Dedy Utomo, Oka Antara,terlihat juga di sini  Lukman Saifuddin (Menteri Agama RI), Candra Malik (Sastrawan Sufi), Hanung Bramantyo (Sutradara), dan Salman Aristo (Screen Writer and Film Director).

Film Mencari Hilal memerankan tokoh Mahmud (Dedy Mizwar) yang selalu bertentangan pendapat dengan Heli (Oka Antara) mengenai hal-hal yang berkaitan dengan agama.
Mahmud sendiri sebagai seorang ayah yang menghabiskan masa mudanya di pesantren sampai usia lanjut terus saja berdakah dalam lingkungan sosial sekitar.

Pertentangan Ayah anak terus berlangsung, sampai keduanya harus pergi bersama untuk mencari HILAL (kegiatan yang selalu dilakukan saat dipesanternya dulu ke sebuah tempat).
Sebenarnya Heli tidak mau ikut dengan ayahnya, karena dia harus segera berangkat ke Nikaragua.
keluarga yang terdiri dari 2 anak ini, Halida adalah kakaknya Heli ( Erythrina Baskoro) bekerja di kantor Imigrasi, dimana Heli juga meminta bantuan kakaknya untuk memperpanjang paspornya yang sudah kadaluarsa demi sebuah perjalanan ke Nikaragua untuk membantu dan berjuang melawan perusakan lingkungan. Demi paspor yang akan diproses Halida, akhirnya Heli ikut mengantar Mahmud. Konflik pun sesekali terjadi saat dalam perjalanan.
Dalam perjalannya mencari HILAL, sosok Arifin (Toro Margens) temannya Mahmud yang ternayata salah satu caleg yang ambisius melengkapi cerita ini.

Tidak hanya mengankat konflik antara ayah dan anak dalam hal mengkritisi agama, ada juga isu-isu sosial dan agama yang diangkat didalamnya diramu dengan baik oleh Ismail Basbhet yang pada akhirnya film "Mencari Hilal" berhasil menghadirkan kedamaian dan cinta kasih atas keberagaman dalam beragama dan semua itu berhasil dengan komunikasi satu dengan yang lainnya.

Diakhir cerita,berhasilkah Mahmud memenuhi janjinya untuk melihat Hilal di lokasi yang ditentukan dalam tradisi pesantrennya sebelum datangnya Idul Fitri?
Apakah perjalan bersama ayah anak ini akan menyatukan mereka kembali?
Penasaran? Saksikan penayangannya tanggal 15 Juli 2015!. []FR

OKA ANTARA


FILM MENCARI HILAL 

Pameran : Oka Antara, Deddy Sutomo, Torro Margens, Erythrina Baskoro
Sutradara :   Ismail Basbeth
Produser :  Hanung Bramantyo, Salman Aristo, Putut Widjanarko, Raam Punjabi
Produser Eksekutif  : Haidar Bagir, Denny JA
Produksi : Mizan Productions, Multivions Plus, Dapur Film, Studio Denny JA, Argi Film
Tayang : 15 Juli 2015
Genre : Religi, Drama
Durasi : 94 menit
Rating : SU (Semua Umur)




Minggu, 26 Oktober 2014

Film Rumah Gurita, Saat Pemujaan itu Ada

Rumah Gurita, bangunan besar yang salah satu sudutnya beratapkan patung Gurita raksasa yang tampak jelas terlihat bila kita melewati Jalan Pasteur Bandung.

Cerita dibalik rumah Gurita ini sudah sangat lama beredar di masyarakat Bandung. Ada yang menyebutnya sebagai Gereja Setan karena mengikuti sekte tertentu.

HitMaker Studios mengangkat kisah nyata dibalik film " RUMAH GURITA" , ini merupakan film yang keempat yang sebelumnya berjudul, Rumah Kentang, Mall Klender dan 308. Kesemua film Horor yang disuguhkan masih bertemakan Urband Legend. Dalam jumpa Pers di studio XXI Plaza Indonesia (25/10) kemarin, selain dihadiri oleh pemeran utama Shandy Aulia dan Boy William, hadir juga Jose Poernomo sang Sutradara dan Rocky Soraya sang Produser. Igor Saykoji juga tampil di sini, bukan sebagai aktor tapi hadir sebagai penata musik dalam Film Rumah Gurita.


Shandy Aulia yang merupakan pemain kesayangan dari Jose Poernomo telah membintangi beberapa film horor garapannya menjelaskan " Dalam memerankan tokoh di film ini, rasa ketakutan selalu ada, semakin saya ketakutan semakin bagus ucap sang sutradara".

Shandy yang tampil maksimal dalam filmnya, Dia berperan sebagai seorang gadis yang bernama Selina, Dia tumbuh sebagai seorang gadis yang tidak sama seperti yang lainnya. Sejak lahir sudah mempunyai indra keenam yang dikemudian hari saat tumbuh dewasa selalu membuat dirinya ketakutan akan indra keenamnya itu.
Sama teman dan lingkungan sekitar  pun dikucilkan, sampai akhirnya harus dipindahkan ke Bandung dan menempati Rumah Gurita (rumah peminggalan orang tuanya) dimana setiap hari terjadi keanehan-keanehan di dalamnya. Beruntung bertemu dengan Rio (Boy William) yang ternyata sama-sama mempunyai Indra keenam juga.

Penasarankan? film horor besutan sutradara Jose Poernomo ini tampil berbeda bukan menampilkan hantu-hantu dalam wujud yang ada yang biasa ditampilkan dalam film horor-horor yang lain.

Ketegangan, berbau aura mistis banyak ditampilkan dalam film ini dan tak ketinggalan cerita penggalan-penggalan romantis di dalamnya antara Selina dan Rio.

Jawaban dari semuanya atas pertanyaan ada apa dengan Rumah Gurita atau Gereja Setan ini bisa kita tonton langsung film "Rumah Gurita" yang  rilis tanggal 30 Oktober 2014 di XXI dan Cinemax seluruh Indonesia.[]FR